Kebenaran harus di ikat dihidup karena akan berfungsi menopang hidup :
Contoh Kasih Tuhan kita ikat dalam hidupArtinya kita mengingat :
1. Kasih Tuhan sudah diberi kepada kita
2. Kasih Tuhan mengampuni kita
3. Kasih Tuhan memulihkan kita PENYANGKALAN PETRUS
Matius 26 : 69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: ”Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”
70Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: ”Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.”
71Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: ”Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
72Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.”
73Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ”Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.”
74Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.”
Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
75Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: ”Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
PENGKHIANATAN YUDAS
Matius 27 : 3 – 53 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
4dan berkata: ”Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: ”Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
5Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
• Keduanya gagal. Keduanya tahu siapa Yesus. Keduanya berjalan bersama-Nya. Namun respons mereka terhadap kebenaran setelah kegagalan itu sangat berbeda.
PETRUS
Petrus menyangkal Yesus bukan karena ia tidak mengasihi-Nya, tetapi karena ia belum jujur terhadap dirinya sendiri. Ia percaya pada citra dirinya
—murid paling berani, paling setia
—bukan pada kebenaran tentang kelemahannya.
Matius 26:33
Petrus menjawab-Nya: ”Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Saat berada dalam kegagalan “Lalu teringatlah Petrus… dan ia menangis dengan sedihnya.”(Matius 26:75)
Air mata Petrus adalah tanda ikat pinggang kebenaran mulai dipasang kembali. Ia tidak lari dari kebenaran tentang kegagalannya. Ia membiarkan kebenaran itu menelanjangi kesombongannya, agar kelak ia bisa diteguhkan oleh kasih karunia.Petrus menerima kembali kasih Tuhan
- itulah kebenaranSaat ada dalam kegagalan mengingat kasih Tuhan yang besar mengampuni dan memulihkanKasih Tuhan menjadi kebenaran yang terikat di hatiKebenaran ini terikat di dalam hati
- menopang dari dalam hati ( tidak terlihat) tetapi kemudian memulihkan Petrus “Jika engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (Lukas 22:32)
“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”(Yohanes 21:17)
-kotbah 3000 orang percaya
YUDAS
Yudas menyesal, tetapi ia tidak berdiri dalam kebenaran. Ia mengakui kesalahan, tetapi tidak datang kepada Pribadi yang adalah Kebenaran itu sendiri .Penyesalannya tidak dibingkai oleh kebenaran tentang kasih Allah,melainkan oleh kebohongan bahwa dosanya terlalu besar untuk ditebus.
Tanpa ikat pinggang kebenaran, rasa bersalah menjadi jerat, bukan jalan pemulihan. Petrus berdiri kembali bukan karena ia lebih kuat, tetapi karena ia mengikatkan dirinya pada kebenaran yang hidup
—Kristus sendiri.Yudas runtuh karena ia membiarkan kebohongan terakhir menang: bahwa dosanya lebih besar daripada belas kasihan Allah.Di sini ikat pinggang kebenaran sama sekali tidak dikenakan. Tanpa kebenaran tentang siapa Allah sebenarnya
—pengampun dan penebus
—rasa bersalah berubah menjadi kehancuran. Rohani Petrus dan Yudas sama-sama jatuh.Bedanya pada respon terhadap kebenaran.Petrus membiarkan kebenaran menuntunnya kepada pertobatan.Yudas membiarkan kebohongan menuntunnya kepada keputusasaan. Ikat pinggang kebenaran menjaga
- menjadi penopang tak terlihat Kebenaran berkata: “Engkau lebih berdosa dari yang kau kira,tetapi lebih dikasihi dari yang kau bayangkan.”
Ini penting supaya tidak jatuh dalam 2 hal :
Kesombongan rohani
— seperti Petrus sebelum jatuh.Putus asa rohani
— seperti Yudas setelah jatuh. ikat pinggang kebenaran- penopang meski tak terlihat membuat kita tetap tegap: tidak menyangkal, tidak menghancurkan diri, tetapi bertobat dan berjalan maju.
Di medan peperangan rohani, kebenaran menopang membuat kita mampu bangkit