Peristiwa ini terjadi ketika Yosua telah mati dan belum ada pemimpin di tengah bangsa Israel pada saat itu.
Dan ketika hati kosong iblis mulai menembakkan panah-panah api. Panah kekecewaan, panah ketakutan, panah rasa bersalah
Menguasai wilayah Israel Secara manusia: tidak ada peluang untuk menang. Namun di tengah kondisi itu, Tuhan membangkitkan Ehud
Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan Tuhan!
Orang-orang Farisi sangat menjunjung tinggi hukum Sabat. Namun mereka kehilangan hal yang sangat penting dari hukum itu sendiri
mencoba menggunakan kekuatan spiritual seperti "kutukan" karena merasa tidak mampu mengalahkan Israel secara fisik.
Menabur untuk Menuai: Menjadi murah hati berarti menabur benih kebaikan, mengampuni.
Karena bagi Balak, bangsa Israel lebih kuat dari pada bangsanya, sehingga Balak dan juga Moab merasa gentar untuk menghadapi bangsa Israel ini.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
dan ini terjadi ketika dipicu dengan tawara/"suap" yang datang kepada bileam dari balak
ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,