1 Raja 1:1-2:12; Kisah 10:23-48; 11:1-8; Mazmur 74:10-17
RENUNGAN
" DIKENAL BAIK " AYAT Kisah Para Rasul 9:36-37 (TB) Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita — dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. LATAR BELAKANG Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Satu hal yang pasti dalam kehidupan manusia adalah bahwa setiap kita suatu hari nanti akan meninggalkan dunia ini. Dan ketika seseorang meninggal: • harta yang dimiliki akan di tinggalkan, • jabatan yang pernah di milikinya juga akan berakhir, • dan semua yang selama ini dikejar di dalam dunia pada akhirnya akan di tinggalkan, tidak akan di bawa pergi. Namun ada satu hal yang tetap tinggal dalam ingatan orang-orang yang ditinggalkan, yaitu jejak kehidupan yang pernah ia tinggalkan. Tidak heran ada sebuah pepatah yang mengatakan, "Orang mati meninggalkan nama." bagaimana kehidupan sesama masih ada di dalam dunia • Apakah hidupnya membawa berkat bagi orang lain? • Apakah hidupnya meninggalkan kesan yang baik? • Atau justru tidak banyak hal yang dapat dikenang selama masih hidup? Karena itu yang terpenting bukan hanya berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hidup yang Tuhan percayakan kepada kita.
Bapak Ibu, Di dalam Kisah Para Rasul 9, kita bertemu dengan seorang murid perempuan yang bernama Tabita atau dalam bahasa yunani di kenal sebagai Dorkas. dan menariknya, nama Tabia ini hanya muncul dalam kisah ini saja. Alkitab tidak mencatat banyak hal tentang dirinya. Namun Tuhan mencatat satu hal yang sungguh luar biasa dari kehidupan Tabita. Alkitab berkata: "Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah." Inilah yang membuat Tabita dikenang oleh banyak orang. Bukan karena kedudukannya dan kekayanannya, tetapi karena hidupnya menjadi berkat bagi sesama. Bapak Ibu, Kebaikan yang dilakukan Tabita bukanlah usaha untuk memperoleh keselamatan. Justru kebaikan itu merupakan buah dari kehidupan yang sudah mengenal Tuhan. Ketika seseorang menerima keselamatan dari Tuhan, cara berpikir dan cara hidupnya tidak lagi sama seperti dulu. dalam Efesus 6:17 mengatakan bahwa kita menerima ketopong keselamatan. Ketopong ini berbicara tentang pikiran yang dijaga oleh karya keselamatan Tuhan. Orang yang pikirannya di penuhi oleh karya Keselamatan dari Tuhan, akan memiliki cara pandang yang berbeda dalam kehidupannya. Ia tidak lagi hanya memikirkan tentang dirinya sendiri tetapi juga belajar mengasihi sesamanya. Dan dari Tabita inilah kita melihat bahwa keselamatan yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan Tabita, menghasilkan buah yang baik, semasa hidupnya ia dikenal sebagai orang yang suka memberi sedekah, bahkan ketika Tabita meninggal, banyak janda-janda datang dan menangisi Tabita. Dia DIKENAL BAIK oleh orang sekitarnya dan dari cerita Tabita apa yang bisa kita perlajari? INTERPRETASI 1. Hidup yang Diubahkan Oleh Keselamatan Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Kisah Para Rasul 9:36 dimulai dengan kalimat: "Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita." Ini sangat menarik, sebelum lebih dalam menceritakan apa yang dilakukan oleh Tabita, disini Lukas yang adalah penulis dari kitab Kisah Para Rasul, memperkenalkan terlebih dahulu, bahwa Tabita atau yang di kenal sebagai Dorkas sebagai seorang murid Kristus. Seorang murid Kristus adalah orang yang hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. karena itu dikatakan selanjutnya, bahwa Tabita adalah seorang murid yang banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah, kalau dalam terjemahan TSI "Perempuan itu selalu berbuat baik bagi orang lain dan sering menolong orang miskin." kita dapat melihat bahwa semua yang di lakukan oleh Tabita merupakan buah dari kehidupannya sebagai pengikut Kristus, ia meneladani sikap dari Kristus itu sendiri. Kehidupan dari Tabita menunjukan bahwa keselamatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup Tabita menghasilkan buah yang manis, yaitu perubahan hidup perubahan bukan hanya terlihat ketika kita semakin rajin beribadah, kita semakin rajin berdoa, tidak cukup sampai di situ, tetapi perubahan itu hasus terlihat dari kehidupan kita sehari-hari • Cara berpikirnya berubah. • Cara memandang orang lain berubah. • Dan cara menjalani hidupnya juga berubah. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tapi kita mau belajar menjadi berkat bagi sesama. Bapak Ibu yang di kasihi Tuhan, Inilah yang seharusnya terjadi dalam kehidupan setiap orang yang telah menerima keselamatan dari Tuhan. Keselamatan bukan hanya mengubah tujuan akhir hidup kita, tetapi juga mengubah kehidupan kita hari demi hari. Itulah sebabnya Efesus 6:17 berkata bahwa kita menerima ketopong keselamatan. Ketopong keselamatan berbicara tentang pikiran yang dijaga oleh Tuhan. Ketika pikiran kita dipenuhi oleh karya keselamatan Tuhan, kita tidak lagi hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tetapi mulai belajar mengasihi, peduli, dan menjadi berkat bagi sesama.
Dan itulah yang terlihat dalam kehidupan Tabita. Keselamatan yang ia terima menghasilkan buah, yaitu kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang. Galatia 6:10 (TSI3.4) Oleh sebab itu, setiap ada kesempatan, marilah kita terus berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudari seiman. Selama Tuhan masih memberi kita kesempatan hidup, marilah kita ijinkan Tuhan terus mengubahkan hidup kita. Sehingga melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kita, orang lain dapat melihat karya Tuhan yang nyata dalam kehidupan kita. 2. Tabita Meninggalkan Nama yang Baik Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Di bagian awal renungan ini kita melihat bahwa setiap orang suatu hari nanti akan meninggalkan dunia ini. Dan ketika hal itu terjadi, harta, jabatan, dan segala pencapaian duniawi akan ditinggalkan. Namun yang sering kali tetap tinggal dalam ingatan orang-orang adalah nama dan cara hidup orang tersebut. Dan hal itulah yang kita lihat didalam kehidupan Tabita. Ketika Tabita meninggal, Alkitab mencatat bahwa banyak janda datang dan menangis. Bahkan mereka menunjukkan kepada Petrus pakaian-pakaian yang pernah dibuat oleh Tabita semasa hidupnya. Kisah Para Rasul 9:39 (TB) Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Bapak Ibu, Mengapa begitu banyak orang merasa kehilangan Tabita? Karena selama hidupnya, Tabita telah meninggalkan kesan yang baik di hati banyak orang. ia tidak hanya sekedar hadir di tengah-tengah mereka, tetapi Tabita sangat memperhatikan mereka, dan Tabita dikenal karena Kasih, Kepedulian dan Kebaikan Hatinya. Inilah yang disebut meninggalkan nama yang baik. Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Nama yang baik itu tidak dibangun dalam satu hari. Namun nama yang baik terbentuk melalui kehidupan yang dijalani setiap harinya. Melalui apa? perkataan kita, pemikiran kita, dan sikap kita yang selalu mencerminkan Kasih Tuhan. Amsal 22:1 (TB) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Ayat ini mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang lebih berharga daripada harta dan kekayaan, yaitu nama baik yang lahir dari kehidupan yang takut akan Tuhan. Tabita mungkin tidak meninggalkan kekayaan yang besar, tetapi ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu kesaksian hidup yang baik di hadapan Tuhan dan sesamanya. APLIKASI Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, Dari kehidupan Tabita kita belajar bahwa nama baik tidak dibangun melalui satu tindakan besar yang dilakukan sesekali, tetapi melalui kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan dengan setia setiap hari. Kebaikan tidak selalu berbicara tentang materi, kita juga tidak harus menunggu memiliki banyak uang untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita dapat memulainya melalui hal-hal sederhana yang Tuhan percayakan kepada kita setiap hari. kita bisa mulai dengan hal-hal yang sederhana, di mulai dari keluarga kita, teman kita, saudara seiman kita, misalnya: • Ketika ada saudara seiman yang sedang sakit, kita dapat mendoakan atau menjenguknya. • Ketika ada orang yang sedang mengalami kesulitan, kita dapat membantu sesuai dengan kemampuan kita. Bapak ibu yang di kasihi Tuhan Dari kehidupan Tabita juga mengingatkan kita bahwa tidak selamanya kita akan hidup di dalam dunia ini. karena itu yang menjadi pertanyaannya, bukan seberapa lama kita berada didalam dunia ini, tetapi bagaimana kita menggunakan kehidupan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita? Ketika orang-orang mengingat kehidupan kita, seperti apakah kita akan dikenang? apakah kita di kenal sebagai seseorang yang baik? yang suka menolong? menjadi dampak untuk orang disekitar kita? atau tidak banyak hal yang dapat di kenang dari kehidupan kita? Bapak Ibu, Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Mari Bapak Ibu, selagi kesempatan itu masih ada, mari kita pergunakan hidup yang Tuhan berikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Kiranya melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kita, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam kehidupan kita. Sehingga ketika suatu hari nanti perjalanan hidup kita di dunia ini berakhir, kita dapat meninggalkan kesaksian yang baik, sama seperti Tabita yang dikenal baik karena kasih, kepedulian, dan kebaikannya kepada sesama. Dan ketika orang-orang mengingat kehidupan kita, mereka juga dapat mengenang kita sebagai orang yang dikenal baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.