1 Tawarik 15:1-16:36; Roma 16:1-27; Mazmur 90:11-17
RENUNGAN
“KACANG TIDAK LUPA KULIT”
Puji Tuhan! Kita bersyukur kepada Tuhan karena kita dapat kembali menikmati kebenaran firman Tuhan bersama. Mari terima pesan dan berkat Tuhan melalui Renungan 79 hari ini.
OBSERVASI ⇨ Ada beberapa hal yang menjadi isi dari pasal ini: - Seperti judul perikopnya ada salam-salam yang disampaikan dan dimohonkan oleh rasul Paulus kepada beberapa orang atau rekan-rekannya - Ada beberapa nasihat dan juga ucapan berkat-berkat - Beberapa peringatan untuk berjaga terhadap pengajar yang memecah belah dan menyesatkan
⇨ Isi pasal ini ◌ Dikirim oleh rasul Paulus (melalui Tertius sebagai penulis) dan rekan-rekannya: Timotius, Lukius, Yason, Sosipater. ◌ Diterima oleh jemaat di Roma dan beberapa orang yang disebut di pasal ini: Febe, Priskila & Akwila, Epenetus, dll.
⇨ Ada beberapa alasan atau tujuan dari rasul Paulus dalam menuliskan isi surat Roma khususnya di pasal 16 ini, yaitu: ᴥ Untuk memberikan saran agar melindungi pelayan seperti Febe serta menguatkan relasi antar-jemaat. ᴥ Untuk mengakui dan memotivasi para pelayan serta memberi contoh solidaritas dan penghargaan. ᴥ Untuk memperingatkan terhadap ajaran yang merusak dan memelihara kesucian ajaran Injil dan kesatuan jemaat.
INTERPRETASI Apa yang dapat kita pelajari dari pasal ini?
Terlebih dahulu kita akan melihat pada bagian salam, disana ada satu bagian di mana rasul Paulus membahas tentang seorang wanita bernama Febe.
Seperti yang dijelaskan oleh rasul Paulus bahwa Febe ini adalah saudari yang melayani jemaat di Kengkrea. Jadi, Paulus sudah sangat kenal dan dekat dengan Febe ini sehingga bisa paham bagaimana keadaannya.
Satu hal penting lagi tentang Febe adalah bagaimana dia telah memberi bantuan kepada banyak orang termasuk kepada rasul Paulus.
Inilah yang menjadi satu pelajaran bagi kita yaitu bagaimana rasul Paulus terus mengingat dan sadar bahwa dia sudah banyak dibantu khususnya oleh Febe ini.
Kalau dalam peribahasa kita mengenal “kacang lupa kulitnya”, tapi kalau pada rasul Paulus “kacang tidak lupa kulit”.
Walau pun rasul Paulus adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai luar biasa, diurapi luar biasa, punya pengaruh dan wibawa yang besar juga, tetapi rasul Paulus tidak pernah melupakan semua jasa-jasa setiap orang yang pernah membantu dia.
Roma 12:10 MILT >> “di dalam kasih persaudaraan yang penuh kasih sayang seorang terhadap yang lain, dengan saling mendahului dalam penghormatan seorang terhadap yang lain,”
Saling mendahului dalam memberi hormat atau penghormatan terhadap orang lain yang dituliskan di ayat ini, dapat diartikan sebagai tanda ucapan terima kasih kita, penghargaan, dan kesadaran kita karena ada kebaikan yang sudah kita terima dari orang lain.
Jadi, dari pengalaman rasul Paulus ini kita belajar bersama bagaimana selain menerima pertolongan dari Tuhan, tapi Tuhan juga bisa pakai orang lain untuk membantu kita sehingga kita harus mengingat dan sangat menghargai setiap kebaikan orang lain bagi kita. Jangan sampai kita jadi seperti “kacang lupa kulitnya” tapi mari kita bersyukur bahwa Tuhan kirimkan orang-orang baik di sekitar kita untuk menolong dan mengasihi kita.
Kita pun juga harus mau menjadi orang-orang baik yang akan Tuhan juga kirimkan bagi orang lain.
Matius 5:7 TSI >> “Sungguh diberkati Allah orang yang mengasihani orang lain, karena merekalah yang akan dikasihani oleh Allah.”
APLIKASI Apa yang harus kita lakukan?
Tentunya saat kita sudah menerima kebaikan, ditolong oleh orang lain, kita harus: bersyukur kepada Tuhan berterima kasih kepada orang yang sudah baik kepada kita menerima dengan sukacita semua perbuatan baik yang sudah dilakukan bagi kita tidak komplain, protes, atau mengkritik, dsb