MENGHADAPI MASALAH
JUMAT, 27 Maret 2026 // PUKUL 07.00 WIB
Bacaan Ayat Hari Ini
Bilangan 22:21-23:26; Lukas 6:37-7:10; Mazmur 37:32-40
RENUNGAN
“MENGHADAPI MASALAH”
Ayat: BILANGAN 22 : 37 – 38
Puji Tuhan! Kita bersyukur karena kembali kita akan belajar firman Tuhan, sesuai dengan ayat yang tertera pada buku renungan RESILIENT. Mari terima berkat dan pesan Tuhan melalui Renungan 79 ini.
OBSERVASI
⇨ Sesuai dengan judulnya, perikop ini menceritakan kisah tentang Balak yang meminta Bileam untuk mengutuk bangsa Israel.
⇨ Yang terlibat dalam kisah ini yaitu Balak dan Bileam.
⇨ Mengapa Balak meminta Bileam untuk mengutuk bangsa Israel?
Karena bagi Balak, bangsa Israel lebih kuat dari pada bangsanya, sehingga Balak dan juga Moab merasa gentar untuk menghadapi bangsa Israel ini.
⇨ Peristiwa ini terjadi di Kota Moab di perbatasan sungai Arnon dan juga di Kiryat-Huzot.
INTERPRETASI & APLIKASI
Sesuai dengan pembahasan di bagian observasi tadi, dalam peristiwa ini kita dapat menemukan bagaimana Balak meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel dengan harapan bangsa Israel bisa kalah dan hancur karena Balak serta bangsanya Moab tidak sanggup menghadapi bangsa Israel ini.
Dua hal yang bisa kita simpulkan dari peristiwa ini:
1. Bangsa Israel menjadi masalah besar yang harus dihadapi oleh Balak dan Moab bangsanya.
2. Balak memilih menghadapi masalah besar ini dengan cara yang salah.
Cara yang bagi Balak itu instan atau bisa cepat mengatasi masalahnya padahal justru bisa mendatangkan celaka, yaitu dengan meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel.
Karena menurut pikiran Balak, ketika Bileam yang mengutuk maka pasti yang dikutuki itu akan benar-benar terkutuk (ayat 6), termasuk jika kutukan ini ditujukan kepada bangsa Israel.
Tentunya dari dua kesimpulan ini kita dapat mengerti, pelajaran apa yang dapat kita petik dari dalamnya, yaitu:
“MENGHADAPI MASALAH DENGAN CARA YANG BENAR”
Dari Balak kita juga dapat mengetahui mengapa seseorang bisa terdorong untuk menghadapi masalah dengan cara yang salah, yaitu karena:
Masalahnya terlalu berat, sulit atau banyak
Memang tidak bisa dipungkiri ketika ada masalah yang sukar atau banyak, seseorang bisa merasakan banyak hal: sedih, bingung, takut, cemas/khawatir, gelisah, marah/kesal, lemah, dsb.
Tetapi masalahnya harus tetap dihadapi.
Lari dari masalah pun hanya akan menambah masalah yang lain lagi.
Tetapi menghadapi masalahnya harus dengan cara yang benar, yang tepat barulah masalah itu bisa terselesaikan satu per satu.
Cara yang salah juga bisa menyebabkan munculnya masalah baru.
Seperti Bileam ini, masalahnya berat yaitu bangsa Israel dan dia memilihi menghadapinya dengan cara instan/cepat yang salah, langsung dikutiki saja supaya kalah, dsb.
Dan ternyata muncullah masalah lain bagi Balak. Ketika Bileam yang harusnya mengutuki bangsa Israel, tetapi malah memberkati bangsa Israel, dan Allah menyertai bangsa Israel ini.
Jika kita balik, seandainya Balak menghadapi masalah yang besar ini (yaitu bangsa Israel) dengan cara yang benar, apa yang harusnya dilakukan oleh Balak?
✓ Menemui, membicarakan dengan baik dan berdamai dengan bangsa Israel.
✓ Mempersilakan dengan baik untuk berkemah di dataran Moab, yaitu daerah mereka.
✓ Tidak usah panik, tidak usah berpikiran negatif atau berprasangka buruk.
Karena sebenarnya bangsa Israel hanya berkemah di dataran mereka, bangsa Israel tidak menyerang Balak dan Moab ini.
Hanya Balak dan bangsanya saja yang sudah ketakutan duluan, karena melihat bangsa Israel sangat banyak orangnya dan baru saja mengalahkan orang Amori.
Jadi, kita dapat belajar dari kisah ini, bagaimana menghadapi masalah dengan cara yang benar?
Berseru, berserah kepada Tuhan
Temui, hadapi masalahnya dengan terlebih dahulu berseru kepada Tuhan.
Kita bisa sampaikan kepada Tuhan apa yang sedang kita hadapi, lalu berserah kepada Tuhan, biar Tuhan yang menuntun, dan andalkan, lakukan sesuai tuntunan Tuhan itu.
Mazmur 55:23 AYT >> “Lemparlah bebanmu kepada TUHAN, dan Dia akan memeliharamu. Dia takkan membiarkan orang benar terguncang selama-lamanya.”
Minta tuntunan Tuhan
Tentunya kita tidak dapat mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita sendiri dalam menghadapi masalah.
Kita perlu minta pertolongan Tuhan untuk menuntun kita, apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah kita.
Mazmur 32:8 BIS >> “Kata TUHAN, “Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh, engkau akan Kubimbing dan Kunasihati.””
Mengendalikan/menguasai diri
Apa pun dan berapa pun masalahnya, kita harus mengendalikan diri, emosi, pikiran supaya kita bisa menghadapi masalah tersebut dengan tepat dan bijak.
2 Timotius 4:5a BIS >> “Meskipun demikian, engkau harus menguasai dirimu dalam keadaan bagaimanapun juga.”
Filipi 4:7 TSI >> “Dengan demikian, ketenangan dalam perlindungan Allah yang kita terima karena bersatu dengan Kristus Yesus akan menjadi seperti pengawal yang selalu menjaga hati dan pikiranmu. Ketenangan yang diberikan Allah itu melebihi segala pengertian manusia!”