DAILY BREAD

MENJADI TERANG

JUMAT, 25 September 2026 // PUKUL 07.00 WIB

Bacaan Ayat Hari Ini

Yes. 60:1 - 62:12; Ef. 4:1-16; Ams. 23:19-28


RENUNGAN

MENJADI TERANG
Ayat: Yesaya 60:1-2
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

Bapak, ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, dari ayat ini ada dua hal yang perlu kita lakukan sebagai umat-umat Tuhan.

1. BANGKIT DAN HIDUP DALAM TERANG TUHAN
Yesaya 60:1 dimulai dengan perkataan: “Bangkitlah...”
Bangkit berarti jangan terus hidup dalam keadaan lama.
Ada orang yang secara fisik sudah bangun setiap pagi, tetapi secara rohani masih tidur: masih hidup dalam kepahitan, dendam; masih dikuasai ketakutan, kekuatiran; masih berkata, “Saya tidak bisa dipakai Tuhan.”
Tetapi Tuhan berkata: “Bangkitlah!”
Artinya, Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan kehidupan yang dikuasai kegelapan dan mulai berjalan dalam terang-Nya.
Apa artinya hidup dalam terang? Hidup dalam terang berarti hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
Mazmur 119:105 berkata: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Ketika kita tidak tahu harus mengambil keputusan apa, Firman Tuhan menjadi terang.
Ketika kita tergoda untuk berbuat dosa, Firman Tuhan mengingatkan kita.
Ketika orang lain membenci kita, Firman Tuhan mengajarkan kita mengasihi.
Karena itu, orang yang hidup dalam terang akan semakin menyerupai Kristus.
Efesus 5:8 berkata: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.”

Bapak, ibu, saudara, jangan hanya terlihat rohani di gereja, tetapi berbeda ketika berada di rumah.
Terang yang sesungguhnya terlihat dari kehidupan sehari-hari.
Di rumah, kita menjadi terang melalui perkataan yang lembut.
Di tempat kerja, kita menjadi terang melalui kejujuran.
Di tengah masyarakat, kita menjadi terang melalui kepedulian.
Di media sosial, kita menjadi terang melalui perkataan yang membangun.
Ketika orang lain membalas kejahatan dengan kejahatan, kita memilih mengampuni.
Ketika orang lain berdusta, kita memilih berkata benar.
Ketika orang lain menjatuhkan sesamanya, kita memilih membangun.
Itulah kehidupan yang bercahaya.


2. JADILAH TERANG DI TENGAH KEGELAPAN
Yesaya 60:2 berkata: “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa, tetapi terang TUHAN terbit atasmu...”
Tuhan tidak mengatakan bahwa dunia tidak akan mengalami kegelapan.
Tuhan justru berkata: “Kegelapan menutupi bumi.”
Kita hidup di tengah dunia yang penuh kegelapan. Ada kebencian; ada perpecahan; ada ketidakjujuran; ada kekerasan; ada ketidaksetiaan; ada fitnah.
Ada orang yang kehilangan pengharapan; ada keluarga yang sedang mengalami masalah; ada anak-anak muda yang kehilangan arah; dsb.
Tetapi justru di tengah kegelapan itulah Tuhan menempatkan kita sebagai terang.

Yesus berkata: “Kamu adalah terang dunia.” (Matius 5:14).
Perhatikan, Yesus tidak berkata: “Kamu akan menjadi terang.”
Tetapi: “Kamu adalah terang dunia.”
Artinya, kehadiran kita seharusnya membawa sesuatu yang berbeda.

Jangan hanya mengeluh tentang kegelapan.
Kadang-kadang kita berkata: “Dunia sekarang semakin jahat.”
“Anak muda zaman sekarang semakin buruk.”
“Orang-orang semakin tidak jujur.”
“Media sosial semakin rusak.”
Semua itu mungkin benar.
Tetapi pertanyaannya: Apa yang sedang kita lakukan?
Jangan hanya mengutuk kegelapan.
Jadilah terang!

Kalau lingkungan kita penuh kebencian, jadilah orang yang membawa kasih.
Kalau lingkungan kita penuh kebohongan, jadilah orang yang hidup jujur.
Kalau orang lain suka bergosip, jangan ikut menyebarkan gosip.
Kalau orang lain suka menjatuhkan, jadilah orang yang menguatkan.
Kalau keluarga sedang mengalami konflik, jadilah orang yang membawa damai.
Kalau ada orang yang kehilangan harapan, jadilah orang yang memberikan pengharapan.

Mengapa kita bisa menjadi terang? Karena sumber terang kita bukan diri kita sendiri.
Sumber terang kita adalah Kristus.

Yesus berkata: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 8:12

Kita seperti bulan. Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Bulan hanya memantulkan cahaya matahari.

Demikian juga kita. Kita bukan sumber terang. Kristuslah sumber terang.
Semakin dekat kita kepada Kristus, semakin hidup kita memancarkan terang-Nya.


Penutup:
Bapak, ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, dalam Yesaya 60:1-2 memberikan kepada kita sebuah panggilan: “Bangkitlah, menjadi teranglah...”

Hari ini Tuhan mengingatkan kita melalui dua hal:
1. Bangkit dan hidup dalam terang Tuhan.
Jangan terus tinggal dalam masa lalu.
Jangan terus hidup dalam dosa.
Jangan terus dikuasai ketakutan.
Bangkit dan berjalan dalam terang Kristus.

2. Jadilah terang di tengah kegelapan.
Jangan hanya mengeluh tentang keadaan dunia.
Jangan hanya mengkritik orang lain.
Mulailah dari diri kita sendiri.
Jadilah terang di rumah.
Jadilah terang di tempat kerja.
Jadilah terang di sekolah.
Jadilah terang di lingkungan.
Jadilah terang di media sosial.
Jadilah terang di mana pun Tuhan menempatkan kita.
Mungkin kita hanya seperti sebuah lilin kecil.
Tetapi ingat: Lilin kecil tetap berguna ketika ruangan sedang gelap.
Kita mungkin bukan orang besar. Tetapi Tuhan dapat memakai kehidupan yang sederhana untuk membawa perubahan besar.
Karena itu jangan berkata: “Saya terlalu kecil untuk menjadi terang.”
Jangan berkata: “Saya tidak punya pengaruh.”
Tuhan hanya meminta kita untuk bersedia menyala bagi Tuhan .
Matius 5:16 berkata: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Tujuan kita menjadi terang bukan supaya manusia memuji kita.
Tujuannya supaya melalui kehidupan kita, orang lain melihat Kristus dan memuliakan Tuhan.

Jadi, mulai hari ini: Bangkitlah. Hiduplah dalam terang. Jadilah terang. Dan biarkan Kristus bersinar melalui hidup kita.

Amin.