BERLINDUNG Ayat: Nahum 1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.
Bapak, ibu, saudara, kita hidup di dunia yang tidak selalu memberikan rasa aman. Ada orang yang hari ini kelihatannya baik-baik saja, tetapi sebenarnya sedang menghadapi pergumulan yang berat. Ada yang sedang menghadapi persoalan keluarga. Ada yang menghadapi persoalan dengan pekerjaan dan ekonomi keluarganya. Ada yang sedang memikirkan masa depannya yang belum pasti. Ada yang sedang kecewa karena perkataan atau perlakuan orang lain. Dalam keadaan seperti itu, kita harus datang berlindung kepada Tuhan.
Nahum 1:7 mengatakan dengan sangat jelas: “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan.” Perhatikan, Alkitab tidak mengatakan bahwa orang percaya tidak akan mengalami kesusahan. Tetapi: “Tuhan adalah tempat pengungsian / perlindungan pada waktu kesusahan.” Kesusahan tetap ada. Tetapi di tengah kesusahan, kita mempunyai tempat untuk berlindung.
Itulah yang akan kita renungkan hari ini: 1. TUHAN ITU BAIK Nahum 1:7 dimulai dengan kalimat: “TUHAN itu baik...” Ini yang menjadi dasar iman kita: Tuhan itu baik.
Namun sering kali kita salah dalam menilai kebaikan Tuhan. Ketika kita mengukur kebaikan Tuhan berdasarkan keadaan kita. Kalau doa kita dijawab, kita berkata, “Tuhan itu baik.” Kalau pekerjaan lancar, kita berkata, “Tuhan itu baik.” Kalau keluarga sehat, kita berkata, “Tuhan itu baik.” Tetapi bagaimana ketika doa belum dijawab? Bagaimana ketika keadaan justru semakin sulit? Apakah Tuhan masih baik?
Bapak, ibu, saudara, kebaikan Tuhan tidak ditentukan oleh baik atau buruknya keadaan kita. Keadaan dapat berubah, tetapi Tuhan tetap baik.
Hari ini kita bisa memiliki sesuatu, besok mungkin kehilangan sesuatu. Hari ini kita merasa kuat, besok mungkin kita merasa sangat lemah. Tetapi Tuhan tidak berubah. “Tuhan itu baik.” Yakobus 1:17 mengingatkan bahwa pada Tuhan tidak ada perubahan. Karena itu, iman kita jangan dibangun di atas dasar keadaan yang kita alami. Kalau iman dibangun di atas keadaan, ketika keadaan berubah, iman kita ikut goyah, berubah. Tetapi kalau iman kita dibangun di atas dasar Tuhan, kita dapat berkata: “Tuhan, saya tidak mengerti mengapa ini terjadi, tetapi saya tetap percaya Engkau baik.” Inilah iman yang membuat kita berdiri teguh.
Berdiri teguh bukan berarti kita selalu kuat. Berdiri teguh berarti ketika kita lemah, kita tetap percaya kepada Tuhan.
2. TUHAN ADALAH TEMPAT BERLINDUNG Dalam Nahum 1:7 dilanjutkan dengan kalimat: “Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan.” Perhatikan kata: “pada waktu kesusahan.” Artinya, kesusahan itu memang akan datang. Sebagai orang percaya kita tidak kebal terhadap masalah. Kita tetap bisa sakit. Kita tetap bisa mengalami kehilangan. Kita tetap bisa kecewa. Kita tetap bisa menghadapi tekanan.
Tetapi perbedaannya adalah: kita tidak menghadapi semuanya seorang diri. Mazmur 46:2 berkata: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” Ketika badai datang, ada tempat untuk berlindung. Bayangkan seseorang yang sedang kehujanan sangat deras. Yang dia perlukan bukan penjelasan panjang tentang hujan. Dia membutuhkan tempat berteduh / berlindung.
Demikian juga dalam kehidupan kita, umat-umat Tuhan. Ketika masalah datang, kita membutuhkan tempat untuk berlindung dan Tuhanlah tempat perlindungan kita. Ia tempat pengungsian pada waktu kesusahan.
Bapak, ibu, saudara, saat kesusahan terjadi dalam hidup kita, datanglah kepada Tuhan. - Ketika hati kita gelisah, berdoalah. - Ketika kita tidak tahu harus berbuat apa, carilah Tuhan. - Ketika kita merasa tidak kuat, bersandarlah kepada Tuhan. Sebab Tuhan bukan hanya tempat kita datang ketika semuanya sudah selesai. Tuhan adalah tempat kita berlindung ketika masalah itu sedang terjadi.
3. TUHAN MENGENAL ORANG YANG BERLINDUNG KEPADA-NYA Kalimat terakhir dalam Nahum 1:7 berkata: “Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” Tuhan mengenal kita. Tuhan tahu pergumulan kita. Tuhan tahu air mata yang tidak pernah dilihat orang lain. Tuhan tahu doa yang hanya mampu kita ucapkan dalam hati.
Ada saat-saat kita merasa: “Tidak ada orang yang mengerti apa yang sedang saya alami.” Tetapi firman Tuhan berkata: “Ia mengenal...” Artinya, kita tidak pernah menjadi orang asing bagi Tuhan.
Manusia mungkin tidak memahami kita. Teman mungkin tidak mengerti kita. Bahkan keluarga kita mungkin tidak mengetahui seluruh pergumulan kita. Tetapi Tuhan tahu.
Karena itu, ketika kita datang kepada Tuhan, kita tidak datang kepada Pribadi yang jauh dan tidak peduli. Kita datang kepada Bapa yang mengenal kita. Yesaya 41:10 berkata: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau... Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau...” Bukankah ini yang kita perlukan untuk dapat berdiri teguh? Kita tidak berdiri teguh karena kita hebat. Kita berdiri teguh karena Tuhan menyertai dan meneguhkan kita.
Penutup: Bapak, ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, melalui Nahum 1:7 kita belajar: Tuhan itu baik. Tuhan adalah tempat perlindungan. Tuhan mengenal orang yang berlindung kepada-Nya. Karena itu, ketika hidup kita sedang baik, tetaplah dekat kepada Tuhan. Ketika hidup kita sedang sulit, lebih dekat lagi kepada Tuhan. Jangan menjauh ketika masalah datang. Berlindunglah kepada Tuhan. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita tidak tahu masalah apa yang akan datang. Kita tidak tahu bagaimana keadaan dunia berubah. Tetapi ada satu hal yang kita tahu: “TUHAN itu baik.” Dan karena Tuhan baik, kita mempunyai tempat untuk berlindung. Maka hari ini, apa pun keadaan kita: Jangan menyerah. Jangan mundur. Jangan kehilangan iman. Berlindunglah kepada Tuhan dan tetaplah berdiri teguh. Sebab keadaan kita bisa berubah, tetapi Tuhan tidak berubah. Amin.