“Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” Catatan penting Ayub dalam pergumulan penderitaan
•Manusia mampu menggali perut bumi, menemukan emas, perak, dan safir. Tetapi Ayub mengajukan paradoks agung: manusia bisa menemukan segalanya kecuali hikmat sejati.
•Hikmat tidak ditemukan lewat kecerdasan, pengalaman pahit, atau bahkan penderitaan ekstrem. Hikmat datang dari satu sumber:
relasi yang benar dengan Allah. Sabuk pada prajurit Romawi bukan hiasan; ia menopang seluruh perlengkapan lain. Tanpa sabuk, pedang jatuh, baju zirah longgar, gerak menjadi kacau. DUA KEBENARAN YANG PERLU TERUS KITA IKATKAN DALAM HIDUP – TAK TERLEPAS
KEBENARAN 1 — Takut akan TUHANKata “takut” berasal dari Ibrani יִרְאָה (yir’āh).berarti kesadaran terus-menerus bahwa hidup berada di hadapan Allah.“Hikmat” adalah חָכְמָה (ḥokmāh)berarti : kemampuan hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan Seperti ikat pinggang kebenaran (Efesus 6:14), takut akan TUHAN:
•Menyatukan pikiran, emosi, dan kehendak supaya sesuai kehendak Tuhan
•Menahan hidup agar tidak tercerai-berai saat tekanan datang
•Menjaga tujuan hidup tetap kepada Tuhan ketika jawaban tidak segera diberikanTanpa ikat pinggang ini, iman menjadi longgar: tahu firman, tetapi goyah saat diuji.Penerapan Praktis
•Saat keputusan sulit, tanyakan “apa yang benar di hadapan Tuhan”.
•Latih kesadaran akan hadirat Allah dalam hal kecil: kejujuran, integritas, kesetiaan yang tidak terlihat. ( Tuhan melihat saya – dimanapun saya berada )
Amsal 15 : 13 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. KEBENARAN 2 — Menjauhi Kejahatan“Menjauhi” dalam Ibrani adalah סוּר (sūr), Berarti : berpaling secara aktif dan tegas. “Akal budi” adalah בִּינָה (bînāh),
Berarti : kemampuan membedakan dengan tajam.Menjauhi kejahatan adalah fungsi praktis dari ikat pinggang kebenaran:
•Ia menahan kita agar tidak membalas luka dengan dosa
•Ia menjaga karakter tetap utuh meski hati tersakiti
•Ia mencegah kompromi yang tampak kecil tetapi merusak fondasiPenerapan Praktis
•Buat keputusan menjauh sebelum jatuh: batasi, hentikan, tinggalkan apa pun yang membuat kita tidak benar – maka kita akan semakin peka
Mazmur 34:14-15 (TB): "Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!"
Penutup Takut akan TUHAN yang tak terlepas dari kitamemberi kita hikmat mengetahui tujuan hidup kitaMenjauhi kejahatan yang tak terlepas dari kitamemberi kita akal budi – kepekaan membedakan yang baik atau jahat “Tak Terlepas” menggambarkan iman Ayub:tetapi tidak pernah lepas dari kebenaran Allah. – Ayub Tangguh – kita pun dapat Tangguh