Roma 13:1-14 bagaimana orang percaya hidup Sebagai Warga Negara di dunia dan menantikan Warga Negara Surga
• Ay. 1-7: Paulus mengajak jemaat untuk tunduk kepada pemerintah, karena otoritas yang ada berasal dari Allah. Ia sebut membayar pajak dan menghormati pemerintah sebagai "hutang" yang harus dibayar.Paulus menulis ini kepada jemaat di Roma, yang hidup di bawah kekuasaan Kaisar Nero
— pemerintah yang kelak akan menganiaya orang Kristen. Jadi ini bukan Paulus mengatakan "pemerintah selalu benar." Ia mengatakan bahwa tatanan otoritas itu sendiri berasal dari Allah, dan jemaat dipanggil untuk hidup tertib dan bertanggung jawab sebagai bagian dari kesaksian iman mereka
— sambil tetap ingat prinsip lain: taat kepada Allah lebih utama dari taat kepada manusia (Kisah 5:29).
• Ay. 8-10: Paulus memakai kata yang sama
— "hutang"
— untuk kasih.
Tapi kalau hutang pajak bisa lunas, hutang kasih tidak pernah lunas. Kasih disebut sebagai kegenapan dari seluruh hukum Taurat.Soal kasih, Paulus sengaja memakai kata "hutang" yang sama seperti soal pajak — untuk menunjukkan bahwa kasih itu kewajiban yang terus berjalan, bukan sesuatu yang bisa selesai lalu "dicentang." Kita bisa membantu seseorang sekali, memaafkan seseorang sekali
— tapi kasih tetap menuntut kita esok hari, dan esoknya lagi.
• Ay. 11-14: Paulus mengajak jemaat untuk "bangun dari tidur," menanggalkan perbuatan gelap, dan mengenakan Tuhan Yesus Kristus, karena waktu keselamatan penuh semakin dekat.Soal "bangun dari tidur" dan "kenakan terang"
— Paulus memakai gambaran malam dan siang. Ada perbuatan yang biasa dilakukan orang dalam gelap, sembunyi-sembunyi. Paulus mengingatkan: hari sudah semakin dekat, saatnya hidup dalam terang, bukan lagi dalam kegelapan yang biasa kita sembunyikan.