DAILY BREAD

PRASANGKA

Rabu, 5 Agustus 2026 // Pukul 07.00 WIB

Ayat Bacaan Hari Ini

1 Tawarik 19:1-21:30; 1 Korintus 1:18-2:5; Mazmur 91:1-8


RENUNGAN

" P r a s a n g k a "

O=
Tokoh :
- Nahas
- Hanun
- Daud
- Pegawai Daud
- Pemuka bani Amon

Latar belakang:
> Niat baik Daud untuk menyatakan persahabatan
   kepada Hanun, raja bani Amon yang baru.

   (Anak  Nahas)

Tempat peristiwa:
- Tanah Amon (tempat penghinaan utusan Daud)
- Medaba (tempat pertempuran awal Israel  melawan Amon dan Aram)

I=
Sesudah Nahas mati maka Hanun anaknya menjadi raja bani Amon menggantikan ayahnya .

Daud karena semasa hidup Nahas dia bersahabat, maka dengan matinya Nahas Daud bermaksud memberi perhatian kepada Hanun anaknya untuk menyampaikan turut berdukacita, dan ingin menjalin persahabatan dengan Hanun seperti kepada ayahnya dahulu.

Tetapi tanggapan Hanun dan orang-orangnya berbeda. Mereka memiliki prasangka buruk kepada Daud.

Prasangka artinya:
> Penilaian/anggapan/sikap emosional negatif terhadap
   seseorang sebelum mengetahui fakta atau  kebenaran yang sesungguhnya.

Prasangka buruk Hanun dan pemuka-pemukanya:
• Berpikir bahwa utusan Daud akan mengintai
  Ay  3   berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita?
Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini maka pegawai-pegawainya datang kepadamu?"
Hanun dan pemuka-pemukanya  berpikir buruk walau sesungguhnya utusan-utusan Daud bermaksud baik.
Itu menunjukkan isi pikiran mereka buruk.
Ciri orang  berprasangka buruk:
• Mudah curiga (ay 3)

Bagaimanakah supaya tidak mudah berprasangka?
1 Korintus 13:7 — Kasih menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 
Catatan :
kasih tidak cepat menyimpulkan hal buruk tentang orang lain.
1 Korintus 13:5 — Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain (ada terjemahan yang bilang "tidak mudah curiga").

Filipi 4:8 — nasihat untuk memikirkan apa yang benar,
mulia, adil, murni, manis, sedap didengar — arahnya ke kebiasaan pikiran yang positif, bukan curiga atau prasangka

A=
- Jangan mudah  /cepet berprasangka  buruk terhadap orang lain.