Sukacita yang menular Jangan remehkan ajakan sederhana kita kepada orang lain. Satu ajakan tulus bisa mengubah hari seseorang.
Ayat pokok: Mazmur 122:1 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
_______________________ Observasi Mazmur 120 sampai 134, termasuk 122 dikenal sebagai Nyanyian Ziarah. Yang berarti nyanyian pendakian. Ada dua alasan mengapa disebut pendakian: A.Geografis: Kota Yerusalem terletak di atas perbukitan. Siapa pun yang datang dari arah mana pun harus berjalan menanjak untuk sampai ke Bait Allah. B.Spiritual: Nyanyian ini dinyanyikan oleh bangsa Israel saat mereka melakukan perjalanan tahunan menuju Yerusalem untuk merayakan tiga hari raya besar (Paskah, Pentakosta, dan Pondok Daun).
Pasal 122 ini dimana ada ribuan orang berjalan kaki dari desa-desa terpencil. Mereka pasti lelah, bahkan perjalanan itu berbahaya. Namun, di tengah kelelahan itu, ketika mereka mulai melihat tembok kota Yerusalem di kejauhan, seseorang berseru: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN!"
Sehingga inilah yang menjadi seruan PENYEMANGAT. Daud menulis ini untuk merayakan Yerusalem sebagai pusat persatuan bangsa dan tempat kediaman Allah.
___________________ Interpretasi Ada 3 poin bagaimana sukacita dapat menular:
Poin 1: menular melalui ajakan yang tulus Daud berkata: "ketika orang berkata kepadaku: "Mari kita pergi'" Sukacita seringkali menular melalui sebuah ajakan. Sering kali kita tidak tahu bahwa seseorang di sekitar kita, mungkin teman kantor, tetangga, atau bahkan anggota keluarga sendiri. sebenarnya sedang "haus" secara rohani, tapi mereka butuh dorongan.
Jangan remehkan ajakan sederhana kita kepada orang lain. Satu ajakan tulus bisa mengubah hari seseorang.
Ketika kita mengajak orang lain dengan wajah ceria dan kasih, semangat kita itu bisa membuat mereka tidak ada keraguan terhadap kita.
Poin 2: menular melalui persamaan Tujuan Mengapa Daud tertular sukacita? Karena dia tahu dia tidak berjalan sendirian. Nyanyian Ziarah adalah nyanyian komunitas. Sukacita itu menular paling cepat ketika kita sadar bahwa kita punya tujuan yang sama, yaitu hadirat Tuhan.
Poin 3: menular melalui fokus padda sang sumber sukacita Daud menular karena fokusnya bukan pada gedungnya, tapi pada "Rumah TUHAN". Sukacita yang abadi itu bukan berasal dari kita sendiri, tapi dari Tuhan. __________________ Aplikasi
•MENGAJAK keluarga, teman, orang yang dekat dengan kita ke ibadah. -"ayo ibadah bareng" Jangan berhenti mengajak. Satu kalimat "Ayo ibadah bareng" bisa menjadi titik balik hidup seseorang. Terkadang mereka perlu kita ajak supaya mereka menyadari bahwa ternyata kita mengasihi mereka, lewat dari ajakan itu.
•ekspresi yang positif -Senyum -Menyapa -Lembut
>Tentunya tujuannnya kita membawa mereka kepada TUHAN untuk kemuliaan Tuhan semua.
Bpk/ibu saudar, mari kita tidak hanya menjadi "penerima" sukacita, tapi jadilah "pembawa" sukacita yang menular. Dunia ini sudah terlalu penuh dengan keluhan dan energi negatif. Mari kita pakai mulut kita untuk mengajak, hati kita untuk mengasihi, dan hidup kita untuk memuliakan Tuhan. setiap kali kita melangkah ke rumah Tuhan dengan sukacita, kita mungkin sedang menguatkan seseorang yang hampir menyerah tanpa kita sadari.