1 Korintus 1:10 (TB) Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Latar Belakang Surat 1 Korintus ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Jemaat ini sebenarnya adalah jemaat yang bertumbuh. Mereka memiliki banyak karunia rohani, kemampuan, dan berbagai bentuk pelayanan. Tetapi ada satu masalah besar: Mereka tidak bersatu.
Di antara mereka mulai muncul kelompok-kelompok. Ada yang berkata: “Aku dari golongan Paulus.” “Aku dari golongan Apolos.” “Aku dari golongan Kefas.” Mereka mulai membanggakan kelompok dan tokoh masing-masing. Akhirnya, perbedaan yang seharusnya menjadi kekuatan justru menjadi sumber perpecahan. Karena itu Paulus memberikan nasihat: “Supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” Paulus tidak sedang berkata bahwa semua orang harus sama. Tetapi di tengah semua perbedaan itu, kita memiliki satu Tuhan, satu iman, dan satu tujuan. Karena itu, ciri-ciri Jemaat Tuhan dapat kita ingat melalui 3S: SATU — SEHATI — SEPIKIR1.
Satu (1 Korintus 1:10) “Jemaat Tuhan adalah satu tubuh yang berbeda-beda anggotanya, tetapi memiliki satu Kepala, yaitu Kristus.” Dalam 1 Korintus 1:10, Paulus menggunakan ungkapan: "erat bersatu" yang Artinya: “Dipulihkan menjadi satu,” “diperbaiki,” “dipersatukan kembali,” atau “dibentuk menjadi utuh.” Kata ini memberikan gambaran seperti sesuatu yang sebelumnya rusak atau terpisah, kemudian disatukan dan diperbaiki kembali. Paulus sedang berbicara tentang jemaat yang dipersatukan dan dipulihkan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Menjadi satu bukan berarti kita harus sama dalam segala hal. Di dalam gereja ada orang yang berbeda: usia, karakter, latar belakang, kemampuan, dan cara berpikir. Tetapi kita semua adalah satu tubuh di dalam Kristus. Efesus 4:4 berkata: “Satu tubuh dan satu Roh…” Yang menyatukan kita bukan kesamaan kita. Yang menyatukan kita adalah Kristus. Kita mungkin berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika Kristus menjadi pusat hidup kita, perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk terpisah, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Contoh Alkitab: Jemaat Mula-Mula (Kisah Para Rasul 2:42–47.)
Jemaat mula-mula terdiri dari banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Tetapi mereka: bertekun dalam pengajaran rasul, hidup dalam persekutuan, memecahkan roti bersama, berdoa bersama, saling memperhatikan kebutuhan. Mereka tidak hidup sendiri-sendiri. Mereka hidup sebagai satu keluarga Allah. Sebab – Akibat Ketika jemaat hidup dalam kesatuan: pelayanan menjadi kuat, dan kasih bertumbuh.2. Sehati (1 Korintus 1:10) “Jemaat Tuhan adalah keluarga yang saling mengasihi, peduli, dan menanggung beban satu sama lain.” Dalam 1 Korintus 1:10 terdapat ungkapan: "sehati" Artinya secara sederhana: “Mengatakan hal yang sama,” “memiliki kesepakatan,” atau “berbicara dalam kesatuan.”
Paulus sedang menasihati jemaat agar mereka tidak memiliki suara yang saling bertentangan karena perpecahan. Jemaat Tuhan adalah tempat di mana kita belajar mendengarkan, memahami, dan mencari kesepakatan dalam kasih. Sehati bukan berarti kita tidak pernah berbeda pendapat. Sehati berarti ketika ada perbedaan, kita tetap memilih kasih. Sehati berarti kita tidak hanya hadir di tempat yang sama, tetapi kita belajar merasakan apa yang dirasakan saudara kita dan memilih untuk hadir ketika mereka membutuhkan kita.
Contoh Alkitab Jemaat Mula-Mula (Kisah Para Rasul 2:44–45) jemaat mula-mula hidup bersama dan saling memperhatikan. Ketika ada yang membutuhkan, mereka tidak menutup mata. Mereka rela berbagi. Mereka memiliki hati yang sama untuk saling memperhatikan. Itulah sehati. Sebab – Akibat Ketika hati dipenuhi kasih: kita mudah mengampuni dan menolong.
Aplikasi
Mari periksa hati kita. Apakah ada saudara yang sulit kita kasihi? Apakah ada orang yang kita jauhi karena sakit hati? Jemaat Tuhan dipanggil untuk memiliki hati bagi satu sama lain.3. Sepikir (1 Korintus 1:10) “Jemaat Tuhan boleh berbeda cara, tetapi harus memiliki satu arah dan satu tujuan: memuliakan Kristus.” Dalam 1 Korintus 1:10, Paulus menggunakan ungkapan: "sepikir" Artinya: “Dalam pikiran yang sama,” “memiliki cara berpikir yang sama,” atau “memiliki pola pikir yang sejalan.” Kata nous (νοῦς) berkaitan dengan pikiran, pengertian, cara berpikir, atau pola pikir.
Jadi, sepikir bukan berarti semua orang harus memiliki kepribadian atau pendapat yang sama. Tetapi jemaat memiliki cara pandang yang diarahkan kepada tujuan yang sama. Kita boleh berbeda cara. Tetapi jangan berbeda tujuan. Kita boleh berbeda pendapat. Tetapi jangan kehilangan kasih. Kita boleh berbeda pelayanan. Tetapi semuanya harus berpusat kepada Kristus. Contoh Alkitab
Jemaat Mula-Mula (Kisah Para Rasul 2:46–47) menggambarkan jemaat mula-mula yang berkumpul dengan tekun dan dengan sehati memuji Allah. Mereka memiliki satu tujuan: Memuliakan Tuhan dan menjadi saksi Kristus. Mereka tidak sibuk membangun nama kelompok masing-masing.
Sebab – Akibat
Ketika jemaat memiliki tujuan yang sama: pelayanan berjalan bersama, perbedaan menjadi kekuatan, pekerjaan Tuhan semakin luas. Aplikasi Milikilah visi dan misi yang sama dalam jemaat.Kesimpulan Dari 1 Korintus 1:10 kita belajar bahwa ciri-ciri Jemaat Tuhan dapat kita ingat melalui 3S: 1. SATU Kita dipersatukan dan dipulihkan menjadi satu kesatuan di dalam Kristus. 2. SEHATI Kita belajar memiliki satu suara dan kesepakatan dalam kasih. 3. SEPIKIR Kita memiliki pola pikir dan arah yang sama dengan Kristus sebagai pusat. Berbeda bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika perbedaan membuat kita lupa bahwa kita adalah satu tubuh di dalam Kristus.