“BERDIRI TEGUH” Ayat Pokok: Galatia 2:5 (TSI3.4) Tetapi sedikit pun kami tidak menyerah terhadap pengaruh mereka. Kami mau mempertahankan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, sehingga kalian dapat terus mempercayai apa yang sudah kami ajarkan.
LATAR BELAKANG Bapak, Ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan ini, tidak semua selalu mudah untuk tetap berdiri pada apa yang benar. Kadang-kadang kita tahu mana yang benar, tetapi ketika ada tekanan dari orang lain, kita mulai ragu. Kadang-kadang kita tahu apa yang Tuhan mau, tetapi karena takut tidak diterima, kita memilih mengikuti orang lain. Misalnya ketika teman-teman kita melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak benar. Kita tahu itu salah, tetapi karena semua orang melakukannya, akhirnya kita ikut. Karena itu, menjadi orang percaya bukan hanya tentang kita tahu Firman Tuhan. Tetapi kita juga perlu belajar untuk berani berdiri teguh ketika ada tekanan. Dan hari ini kita akan belajar dari kehidupan Rasul Paulus dalam Galatia 2:1-10. Pada waktu itu Paulus pergi ke Yerusalem bersama Barnabas dan Titus. Paulus pergi untuk membicarakan Injil yang selama ini dia beritakan kepada orang-orang bukan Yahudi. Tetapi ada persoalan yang muncul. Ada beberapa orang yang ingin memaksakan aturan tertentu kepada orang-orang percaya yang bukan Yahudi. Salah satunya adalah mengenai sunat. Titus rekan sekerja dari Paulus adalah orang Yunani, dan ia tidak disunat.
Paulus tidak mau mengikuti tekanan mereka tentang sunat. Tetapi Paulus ingin jemaat tetap percaya kepada ajaran yang benar tentang Kristus dan tidak terpengaruh oleh ajaran yang salah. Karena itu dalam Galatia 2:5 Paulus berkata: “Tetapi sedikit pun kami tidak menyerah terhadap pengaruh mereka. Kami mau mempertahankan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, sehingga kalian dapat terus mempercayai apa yang sudah kami ajarkan.” Perhatikan perkataan Paulus: “Kami tidak menyerah.” Paulus tidak membiarkan dirinya di pengaruhi akan ajaran yang salah, sampai membuat ia harus meninggalkan Injil kebenaran. Paulus tetap mempertahankan apa yang benar. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Kita mungkin tidak mengalami hal yang sama seperti Paulus, tetapi kita juga bisa mengalami tekanan yang membuat kita sulit untuk tetap melakukan apa yang benar. Karena itu hari ini kita mau belajar Bagaimana kita berani berdiri teguh sebagai orang percaya?
INTERPRETASI 1. BERANI MEMPERTAHANKAN KEBENARAN Bapak, Ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, Galatia 2:5 berkata: Tetapi sedikit pun kami tidak menyerah terhadap pengaruh mereka. Kami mau mempertahankan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus,...... Paulus tidak mau mengubah kebenaran Injil hanya karena ada orang yang memberikan tekanan. • Paulus tahu apa yang dia percaya. • Paulus tahu apa yang dia beritakan. Karena itu, ketika ada orang yang mencoba memengaruhi mereka, Paulus berkata bahwa mereka tidak menyerah. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Ini mengajarkan kepada kita bahwa sebagai orang percaya, kita perlu tahu apa yang kita percaya. Jangan sampai kita mudah berubah hanya karena mendengar perkataan orang lain. Kadang-kadang kita mendengar banyak pendapat dari orang lain, dan kalau kita tidak punya dasar yang kuat dalam Firman Tuhan, kita bisa mudah ikut-ikutan dan berubah. Karena itu Roma 12:2 berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu...” Artinya, jangan sampai cara hidup kita hanya mengikuti apa yang dilakukan orang-orang di sekitar kita. Kita perlu membiarkan Firman Tuhan membentuk cara berpikir dan cara hidup kita. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Mempertahankan kebenaran bukan berarti kita harus suka berdebat dengan orang lain. Bukan berarti kita harus merasa diri paling benar. Tetapi ketika kita tahu sesuatu tidak sesuai dengan Firman Tuhan, kita perlu berani mengambil sikap. Misalnya dalam pekerjaan. Ketika kita diajak melakukan sesuatu yang tidak jujur, kita berani berkata tidak. Dalam pergaulan. Ketika kita diajak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, kita berani menolak. Mungkin ada saatnya kita berbeda dari orang lain. Mungkin ada yang tidak mengerti keputusan kita. Tetapi kalau kita tahu bahwa yang kita lakukan sesuai dengan Firman Tuhan, jangan mudah menyerah hanya karena ada tekanan. Karena itu, mari kita belajar seperti Paulus untuk tetap berani mempertahankan kebenaran, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan tetap memilih hidup sesuai dengan Firman Tuhan meskipun ada tekanan.
2. BERANI MENJAGA KEPERCAYAAN Bagaimana kita berani berdiri teguh sebagai orang percaya? Kalau kita kembali melihat bagian terakhir dari Galatia 2:5: “...sehingga kalian dapat terus mempercayai apa yang sudah kami ajarkan.” Perhatikan bahwa Paulus bukan hanya ingin mempertahankan kebenaran untuk dirinya sendiri. Paulus juga ingin supaya jemaat tetap berpegang pada kebenaran yang sudah mereka terima. Karena kalau ajaran yang salah dibiarkan masuk, jemaat bisa menjadi bingung, ragu, bahkan meninggalkan kebenaran yang selama ini mereka percaya. Jadi Paulus berdiri teguh bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga supaya orang-orang yang dilayaninya tetap berdiri dalam kebenaran. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Hal ini juga mengingatkan kita bahwa iman yang sudah kita terima perlu kita jaga. Ada banyak hal yang bisa membuat iman kita goyah. • Kadang karena masalah yang datang. • Kadang karena doa yang belum dijawab. • Kadang kita melihat kehidupan orang lain dan mulai membandingkan hidup kita dengan mereka. Amsal 3:5 berkata: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri" Ada hal-hal yang mungkin belum kita mengerti. Ada keadaan yang belum kita pahami. Tetapi itu semua bukan berarti Tuhan tidak bekerja dalam hidup kita. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Iman kita tidak hanya diuji ketika kita menghadapi tekanan dari orang lain, tetapi juga ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. • Mungkin doa kita belum dijawab. • Mungkin masalah belum selesai. • Mungkin kita melihat kehidupan orang lain Dalam keadaan seperti itu, kita perlu belajar tetap percaya kepada Tuhan. • Jangan karena kita belum mengerti, kita berhenti percaya. • Jangan karena doa belum dijawab, kita meninggalkan Tuhan. Teruslah datang kepada Tuhan, teruslah belajar Firman-Nya, dan tetaplah berjalan bersama-Nya. Berdiri teguh berarti tetap percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita belum mengerti apa yang sedang Dia kerjakan. Karena itu, apa pun keadaan kita hari ini, mari tetap pegang iman kita dan jangan mudah goyah. Tetap percaya, tetap berjalan bersama Tuhan, dan tetap berdiri teguh di dalam Dia.
APLIKASI Bapak, Ibu, saudara yang dikasihi Tuhan, Setelah kita belajar dari Galatia 2:1-10, mari kita melihat kehidupan kita masing-masing. Pertama, mari periksa kembali apa yang menjadi dasar hidup kita. Jangan sampai keputusan kita hanya berdasarkan apa yang menurut kita baik atau apa yang banyak dilakukan orang. Mari pastikan pilihan dan cara hidup kita memiliki dasar yang benar, yaitu Firman Tuhan. Kedua, jangan menukar kebenaran hanya supaya kita diterima orang lain. Tidak semua orang akan mengerti pilihan kita. Tetapi kita tidak perlu mengubah apa yang benar hanya supaya disukai atau diterima. Yang terpenting adalah kita tetap hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Ketiga, tetap percaya kepada Tuhan dan jangan mudah goyah. Kalau hari ini ada hal yang membuat kita ragu, jangan langsung meninggalkan Tuhan. Datang kepada Tuhan, belajar Firman-Nya, dan terus bertumbuh dalam iman. Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, Berdiri teguh bukan berarti hidup kita tanpa tekanan. Berdiri teguh berarti ketika tekanan datang, kita tetap memilih kebenaran dan tetap percaya kepada Tuhan. Karena itu, mari kita berani berdiri teguh dalam Tuhan. AMIN.