DAILY BREAD

KOMITMEN

Rabu, 18 Februari 2026 // Pukul 07.00 WIB

Ayat Bacaan Hari Ini

Keluaran 23:124:18; Markus 3:31-4:29; Mazmur 22:22-31

RENUNGAN

Komitmen

PENDAHULUAN
kita hidup di zaman dimana komitmen dianggap sesuatu hal yang gampangan dan hanya sekedar keluar dari omongan saja, yang dimana sering lahir cuman hanya karena perasaan sesaat saja

Komitmen sekarang sering tergantung perasaan.
Kalau suasana enak → semangat.  Sebaliknya Kalau situasi sulit → mundur.

Itu juga bisa terjadi dalam kehidupan rohani:
✔ Rajin saat diberkati
❌ Tapi mulai menjauh saat doa terasa kering

Dalam Keluaran 24 menunjukkan bahwa komitmen kepada Tuhan bukan soal perasaan atau situasi, tapi keputusan hidup yang diikat oleh firman dan ketaatan.

Keluaran 24:7 (TB) Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."

Latar belakang
Di pasala Sebelumnya Tuhan sudah:
 • Membebaskan Israel dari Mesir
 • Menuntun mereka ke Gunung Sinai
 • Memberikan hukum-Nya (Kel. 20–23)

dalam pasal 24, disini Tuhan ingin mengikat suatu perjanjian resmi dengan umat-Nya.
Sehingga menghasilkan komitmen didalamnya.

PEMBAHASAN
begitupun dengan kita anak -anak Tuhan, kita yang sangat dikasihi oleh Tuhan seharusnya memiliki komitmen yang kuat untuk mengikuti setiap kebenaran-Nya

SEPERTI APA KOMITMEN itu?

1. Komitmen didalam TUhan lahir dari mendengar dan menerima Firman
Keluaran 24:3 (BIMK)  Lalu Musa pergi dan mengumumkan kepada bangsa itu semua perintah dan peraturan TUHAN. Mereka semua menjawab dengan serentak, "Kami mau melakukan semua yang dikatakan TUHAN."

Musa lebih dulu menyampaikan semua firman Tuhan, baru bangsa itu berkata mereka mau taat.
Artinya:
Mereka tidak asal berkata “kami ikut Tuhan” tanpa tahu apa isi kehendak-Nya.

Komitmen yang benar selalu diawali dengan pengertian akan firman Tuhan.

Komitmen kepada Tuhan berarti:
“Saya mau hidup sesuai apa yang Tuhan katakan, bukan apa yang saya rasakan.”
komitmen yang berlandaskan firman
Jika komitmen tidak berdasar firman:
 • Orang ikut Tuhan karena suasana dan pada akhirnya Mudah kecewa pada Tuhan
Akibatnya: hidup rohani tidak pernah stabil.

Jika komitmen berdasar firman:
 • Orang tahu apa yang Tuhan mau
 • Tetap taat meski perasaan berubah
 • Hidup punya arah jelas
Akibatnya: iman bertumbuh dan tidak mudah goyah.
contoh Kehidupan Sekarang
Orang yang jarang baca firman:
➡ Mudah bingung ambil keputusan
➡ Mudah ikut arus dunia

Tapi orang yang hidup dalam firman:
➡ Punya prinsip
➡ Tidak mudah terseret pergaulan salah

aplikasi
Mulai disiplin membaca firman, karena dari situlah komitmen dibangun.

SEPERTI APA KOMITMEN itu?

2. Komitmen didalam TUhan dibuktikan dengan ketaatan
Keluaran 24:7 (BIMK)  Kemudian diambilnya buku perjanjian yang bertuliskan perintah-perintah TUHAN, dan dibacakannya dengan suara nyaring bagi bangsa itu. Kata mereka, "Kami mau mentaati TUHAN dan melakukan segala perintah-Nya."

Israel berkata: SEMUA firman Tuhan akan kami lakukan.
Bukan: “Yang mudah saja” atau “Yang cocok dengan gaya hidup saya”
Komitmen sejati selalu terlihat dari ketaatan nyata

Taat berarti melakukan semua kehendak Tuhan tanpa terkecuali.

Komitmen adalah TAAT sepenuhnya
Jika taat setengah-setengah (tidak taat):
 • kompromi dengan dosa
 • ikut printah Tuhan sesuai mood saja

Jika taat sepenuh hati:
 • Karakter dibentuk
 • Iman jadi kuat

contoh Kehidupan Sekarang
Tidak berkomitmen:
* Tahu harus mengampuni, tapi memilih simpan sakit hati
* Tahu harus jujur, tapi tetap curang

berkomitmen:
menunjukan kasih bsetiap hari
selalu berlaku jujur apapun kondisinya

aplikasi
sehingga berkomitmenlah yaitu mengambil tindakan untuk melakukan setiap kebenaran dalam setiap waktu dan kondisi

SEPERTI APA KOMITMEN itu?

3. Komitmen menghasilkan hubungan
Keluaran 24:10-11 (BIMK)  dan mereka melihat Allah Israel berdiri di atas sesuatu seperti lantai dari batu nilam, dan biru seperti langit yang cerah.
Para pemimpin Israel itu sudah melihat Allah; walaupun begitu mereka tidak dibinasakan-Nya. Sesudah itu mereka makan dan minum.
 
Setelah bangsa Israel menyatakan komitmen dan darah perjanjian dipercikkan, sesuatu yang luar biasa terjadi:
para pemimpin Israel naik dan mengalami hadirat Tuhan secara nyata.

Artinya, komitmen bukan cuma soal kewajiban rohani, tetapi suatu hal yang membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi begitu dekat

Tuhan tidak hanya ingin ditaati seluruh perintahnya, namun Dia rindu punya hubungan yang dekat dengan umat-Nya.

Semakin seseorang sungguh-sungguh berkomitmen kepada Tuhan,
semakin ia mengalami Tuhan secara pribadi dan nyata.

komitmen menghasilkan hubungan
Jika tidak ada komitmen yang serius:
 • Hubungan dengan Tuhan terasa jauh
 • Doa terasa kering dan hambar
 • Ibadah hanya rutinitas

Jika ada komitmen yang sungguh kepada Tuhan:
 • Hati makin peka terhadap suara Tuhan
 • Doa jadi hidup, bukan formalitas
 • Ada sukacita dalam hadirat Tuhan

aplikasi
Mulai kejar bukan hanya pelayanan, tapi persekutuan pribadi dengan Tuhan:
Waktu doa pribadi
Saat teduh yang konsisten
Hati yang cepat bertobat saat salah
Karena komitmen sejati selalu berujung pada hubungan yang intim dengan Tuhan.