DAILY BREAD

HATI YANG TERGERAK

Selasa, 24 Februari 2026 // Pukul 07.00 WIB

Bacaan Ayat Hari Ini

Keluaran 35:1-36:38; Markus 7:31-8:13; Mazmur 25:16-22


RENUNGAN

Hati yang tergerak
Ayat pokok: keluaran 35:4-29
Baca: Keluaran 35:4-5 (TB)  Berkatalah Musa kepada segenap jemaah Israel: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN, bunyinya:
Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga

I. Observasi
Musa - Tuhan Allah (berfirman) - bangsa israel

Kalau kita perhatikan ayat 5-19, berisi tentang apa yang harus bangsa israel sediakan untuk mendirikan kemah suci dan peralatan ibadah.

Pertama kali kita membacanya, apa yang harus dikerjakan oleh musa dan bangsa israel bukan sesuatu yang mudah, melainkan suatu hal yang sangat sulit, berat.

Namun menariknya di ayat 21-29 tercatat ada begitu banyak orang yang "TERGERAK HATINYA".
Namun yang saya tangkap untuk dibagikan dalam renungan saat ini adalah: Tuhan memberikan tuntutan yang sudah pasti bangsa israel mampu untuk melakukannya.
* apa yang diminta kepada mereka, sudah pasti mereka punya
* karena Tuhan sudah terlebih dahulu memberikannya kepada mereka
* Tuhan memberikan RohNya kepada beberapa orang untuk bersama-sama bekerja sama dalam pembangunan dan perlengkapan didalm kemah suci.

Respon yang baik:
Tergerak hati
Bangsa israel terkenal dengan kesungut-sungutannya, tapi dalam peristiwa ini mereka tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi buat pembangunan kemah suci dan peralatan ibadah.

II. Interpretasi

Ada beberapa poin yang akan kita pelajari bersama-sama:

1. Perintah Tuhan bukan paksaan melainkan kesempatan
Dalam ayat 4-5, Musa menyampaikan perintah Tuhan agar umat memberikan persembahan khusus untuk mendirikan Kemah Suci. Namun kalau kita perhatikan syarat utamanya:
Keluaran 35:5 (TB)  "Setiap orang yang terdorong hatinya".

Saya percaya Tuhan pencipta langit dan bumi tidak membutuhkan materi kita, karna Dia adalah pemilik segalanya.
nahh...ketika Dia memberikan "tuntutan" untuk memberi, Tuhan sebenarnya memberikan kepada kita KESEMPATAN untuk terlibat dalam proyeknya Tuhan. Sehingga perintah-Nya adalah undangan untuk kita.
Apakah kita mau terlibat atau tidak?

Gunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita bisa menggunakan menjadi berkat, buat diri sendiri dan untuk orang lain.

(Ini juga yang perlu kita ketahui)
2. Tuhan yang menuntut, Tuhan juga yang menyediakan.
Ayat 5-19 adalah daftar barang yang harus mereka sediakan dan buat.
Dari mana bangsa Israel mendapatkan emas, perak, permata, dan kain kirmizi di tengah padang gurun yang gersang?
bagaimana mereka mendapatkan barang-barang yang bahkan sangat rumit untuk ada kepada mereka?

Semuanya sudah terlebih dahulu Tuhan sediakan.

Terkadang kita berkata: "Saya tidak punya apa-apa untuk Tuhan." Padahal, kesehatan, talenta, waktu, dan harta yang kita miliki sekarang adalah "modal" yang sudah Tuhan titipkan jauh-jauh hari untuk kita gunakan di masa depan.

3. Beragam persembahan
#tidak ada yang terlalu kecil.
Ayat 21-29 memperlihatkan bahwa persembahan itu sangat beragam:
-Laki-laki membawa emas dan permata.
-Perempuan-perempuan yang ahli memintal membawa bulu kambing dan kain biru.
-Para pemimpin membawa batu permata dan minyak urapan.

Ingat bahwa: Tuhan menyediakan jalur kontribusi bagi semua orang. Ada yang disediakan harta, ada yang disediakan keterampilan tangan, dan ada yang disediakan hikmat. Tidak ada yang merasa tidak berguna, karena Tuhan sudah membekali setiap orang dengan porsinya masing-masing.


Memberi kepada Tuhan adalah TINDAKAN "mengembalikan". Ketika kita memberi dengan rela hati, kita mengakui bahwa Dia adalah sumber segala berkat kita.

III. Aplikasi

Hati yang tergerak adalah hati  yang siap untuk memberi sesuatu untuk .
>Memberi bukan berarti semua yang kita punya kita berikan kepada orang lain, bukan juga seperti itu, melainkan harus berhikmat dalam memberi
>Memberi bukan hanya berbicara tentang materi. Melainkan bisa dengan waktu, talenta, pikiran kita.
Contohnya: memberikan waktu untuk gotong royong
>Memberi dengan hati yang tergerak/rela dan sukacita
Artinya kita memberi/membantu bukan karna ada unsur keterpaksaan melainkan karna kita diajarkan untuk memberi dengan hati yang rela.
Contohnya: inisiatif. Kalau ada yang perlu dibantu, yaa kita bantu.
2 Korintus 9:7 (TB)  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.


Amin...