Keluaran 35:1-36:38; Markus 7:31-8:13; Mazmur 25:16-22
RENUNGAN
Kebenaran Memastikan Arah Resilient! Tangguh dalam Tuhan! Mazmur 119:105(TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. A. Pendahuluan Dengan ayat ini pemazmur membagikan pengalaman perjalanan hidupnya kepada kita dan semua pembaca, bahwa hidup diumpamakan sebagai sebuah perjalanan. Ada saatnya pemazmur mengalami masa-masa gelap dalam hidupnya namun tidak salah arah dalam melangkah, karena diterangi oleh kebenaran Firman Tuhan. Hal ini juga menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani hidup. Saat dalam kegelapan kita tidak bisa melihat warna (bahkan membedakan hitam dan putih), bentuk, maupun arah. Menjalani hidup kekristenan diakhir zaman mutlak memerlukan tuntunan kebenaran Firman Tuhan sebagai cahaya yang menolong kita untuk menentukan arah yang benar. Tanpa tuntunan kebenaran Firman Tuhan kita pasti akan salah bahkan kehilangan arah jalan hidup kekristenan kita.
B. Perlunya kepastian arah Sebagaimana pemazmur memerlukan cahaya kebenaran Firman Tuhan dalam hidupnya, demikian juga kita anak-anak Tuhan, orang percaya yang hidup diakhir zaman, karena. 1. Dunia makin gelap dan jahat Habakuk 1:3 (TB) Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi.
Bukankah setiap hari kita mendengar, melihat kejahatan, kekerasan, dan kelaliman terjadi di sekeliling kita? Pelaku kejahatan sudah tidak merasa bahwa tindakannya, perilaku, dan ucapannya adalah jahat. Kepekaan hati nurani, dan rohaninya sudah tumpul.
2 Timotius 3:13 (TB) sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
Agar kita tidak terkontaminasi oleh kejahatan dan kegelapan dunia ini, maka mata hati dan rohani kita harus diterangi oleh pelita kebenaran Firman Tuhan,
Mazmur 119:105 (TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Yohanes 12:46 (TB) Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepad-Ku, jangan tinggal dalam kegelapan. Yohanes 14:6 (TB) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yesuslah sang terang kebenaran sejati, karena Dialah kebenaran itu.
2. Pengajaran sesat Salah satu ancaman yang sangat serius diakhir zaman dan sangat berbahaya bagi perjalanan kekristenan kita yang hidup diakhir zaman adalah semakin banyak muncul penyesat dengan ajarannya yang menyesatkan.
Untuk hal ini, Yesus sendiri sudah mengingatkan kepada kita bahwa penyesat pasti akan muncul/datang.
Lukas 17:1(TB) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Matius 18:7(TB) Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2 Yohanes 1:7(TB) Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
Agar tidak disesatkan atau menjadi penyesat, maka kita harus bertumbuh dalam kenenaran Firman Tuhan secara pribadi dengan konsisten membaca, merenungkan, dan melakukan kebenaran Firman Tuhan setiap hari. Bukan hanya setia ke gereja, beribadah, mengikuti tayangan-tayangan rohani, walaupun itu baik tetapi belum cukup. Bila kita mengikuti pemberitaan Firman Tuhan melalui internet, media sosial, kanal-kanal youtube agar berhati-hati, kenali siapa pembawa ajaran tersebut. Pegang kebenaran Firman Tuhan yang disapaikan oleh hamba Tuhan yang benar.
2 Timotius 3:14(TB) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
3. Pemutarbalikan kebenaran Yesaya 5:20(TB) Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.
Dunia saat ini tidak memiliki standar kebenaran yang pasti. Pandangan, sikap, tindakan yang salah bila dilakukan terus-menerus berulang-ulang, dan dilakukan oleh mayoritas akhirnya dianggap benar. Hukum bisa diputarbalikkan, yang salah jadi benar, yang benar jadi salah.
Habakuk 1:3(TB) Itulah seabanya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar, itulah sebanya keadilan muncul terbalik.
4. Standar moral tidak jelas “abu-abu” Di dunia global ini karena adanya internet maka standar moral menjadi rancu. Muncul adanya budaya, moral, dan etika global. Apa yang dulu dianggap tidak pantas, sekarang dianggap pantas karena dipertontonkan terus menerus di internat dan berbagai media sosial yang dilihat dan diakses oleh masyarakat di seluruh dunia, dan lintas budaya. Mutlak kita memerlukan tuntunan kebenaran, dan hikmat Tuhan untuk memilih standar moral dan etika yang benar.
Yakobus 1:5(TB) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit-, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
C. Tetap berpedoman pada kebenaran Pedomani Firman Tuhan saat kita menentukan arah perjalanan hidup kita setiap hari sampai akhir hidup kita.
Mazmur 119:112(TB) Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamaya, sampai saat terakhir.
Ketangguhan muncul saat kita tidak mengira-ngira arah jalan hidup kita, tetapi dituntun oleh terang Firman Tuhan yang pasti.
Yesus berdoa untuk kita agar kita tetap berjalan dalam kebenaran dan kudus di hadapan-Nya.
Yohanes 17:17(TB) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran,firman-Mu adalah kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.