DAILY BREAD

JANGAN MELANGKAH TANPA HADIRAT

Senin, 23 Februari 2026 // Pukul 07.00 WIB

BACAAN ALKITAB HARI INI

Keluaran 33:7-34:35; Markus 7:1-30; Mazmur 25:8-15


RENUNGAN

Jangan Melangkah Tanpa Hadirat
Keluaran 33:15 (FAYH)  
Lalu Musa berkata, "Apabila Engkau tidak menyertai kami, kami tidak akan bergerak selangkah pun dari tempat ini.

LATAR BELAKANG
Peristiwa ini terjadi setelah bangsa Israel jatuh dalam dosa besar, yaitu menyembah anak lembu emas (Keluaran 32).
Saat Musa naik ke gunung untuk menerima hukum Tuhan, bangsa Israel:
tidak sabar menunggu, kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, lalu membuat patung lembu emas untuk disembah.

Padahal mereka:
* sudah mengalami penyertaan Tuhan keluar dari Mesir
* sudah melihat banyak mujizat
Tetapi mereka:
tidak setia kepada kebenaran Tuhan
tidak taat kepada perintah Tuhan

Karena dosa itu, Tuhan berkata bahwa:
Ia tetap akan membawa mereka ke Tanah Perjanjian,
tetapi Ia tidak mau berjalan di tengah-tengah mereka,
Ia hanya akan mengutus malaikat-Nya. (ayat 2-3)


Secara lahiriah: bangsa Israel masih punya tujuan, masih punya janji.
Tetapi secara rohani mereka kehilangan yang paling penting, yaitu hadirat Tuhan.

Karena itu Musa berkata:    
 “Apabila Engkau tidak menyertai kami, kami tidak akan bergerak selangkah pun.”
disini Musa sadar bahwa perjalanan tanpa adanya Tuhan tidaklah ada artinya atau sia-sia.

Dan perkataan Musa ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang perjalanan iman, hidup dalam kebenaran, hubungan dengan Tuhan.

Dari latar belakang ini, kita akan melihat hal apa yang bisa kita pelajari

INTERPRETASI
1. Hadirat Tuhan selalu sejalan dengan kebenaran Tuhan

Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kebenaran-Nya.
Kalau kebenaran Tuhan diabaikan, hadirat Tuhan juga akan menjauh.

Bangsa Israel ingin tetap maju dan sampai tujuan,
tetapi mereka sudah melanggar kebenaran Tuhan.

Masalah utama mereka bukan jarak perjalanan,
tetapi hubungan mereka dengan Tuhan.

Musa seolah2 seperti berkata:
“Tuhan, jangan izinkan kami melangkah kalau kami melangkah menjauh dari kebenaran-Mu.”
Mazmur 119:105
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Artinya, firman Tuhanlah yang menuntun langkah hidup kita
Kalau kita berjalan tanpa firman Tuhan, berarti kita berjalan tanpa terang.

Dan juga ditegaskan dalam:
Yohanes 14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
Ini menunjukkan bahwa hadirat Tuhan tidak bisa dipisahkan dari ketaatan kepada kebenaran-Nya.
Karena itu, ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak menyertai hidup yang:
    tetap memelihara dosa,
    tidak mau taat pada firman,
    tidak mau bertobat.

Berjalan bersama Tuhan berarti:
    berjalan dalam kebenaran,
    hidup taat pada firman,
    mengikuti kehendak Tuhan.
Bukan hanya sekedar bergerak maju, tetapi bagaimana hidup kita benar di hadapan Tuhan.

2. Tanpa kebenaran, perjalanan rohani menjadi sia-sia

Bangsa Israel bisa saja tetap berjalan ke Tanah Perjanjian,
tetapi tanpa hadirat Tuhan, perjalanan itu hanya jadi perjalanan biasa dan sia-sia.
Mengapa hadirat Tuhan menjauh?
Karena mereka sudah melanggar kebenaran Tuhan.

Amsal 14:12
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”
Artinya, tidak semua jalan yang kelihatan baik itu benar di hadapan Tuhan.
Ini mengajarkan bahwa keberhasilan tanpa kebenaran adalah keberhasilan yang palsu.

Hari ini banyak orang:
o    hidupnya kelihatan maju,
o    pekerjaannya baik,
o    pelayanannya banyak,
tetapi:
    tidak hidup sesuai firman Tuhan,
    tidak mau ditegur,
    mulai kompromi dengan dosa.
Kelihatannya berjalan, tetapi sebenarnya semakin menjauh dari Tuhan.
Musa mengajarkan bahwa lebih baik berhenti berjalan, daripada terus berjalan tapi salah arah.

3. Kebenaran menjaga langkah kita tetap bersama Tuhan
Firman Tuhan berfungsi sebagai:
o    penunjuk jalan,
o    pengingat saat kita salah,
o    penolong saat kita bingung,
o    batas agar kita tidak keluar jalur.

Yesaya 30:21 (BIMK)  
Bila kamu menyimpang dari jalan, di belakangmu akan terdengar suara-Nya yang berkata, "Inilah jalannya; ikutlah jalan ini."
Artinya, Tuhan menuntun langkah umat-Nya melalui firman-Nya.
Amsal 3:5-6 (TB)  
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan meluruskan langkah orang yang hidup menurut kehendak-Nya.
Kalau kita melangkah tanpa firman Tuhan:
keputusan bisa terlihat baik, jalan bisa terlihat benar, tetapi bisa membawa kita semakin menjauh dari Tuhan.
Karena itu, doa Musa juga bisa menjadi doa kita:
“Tuhan, kalau langkah ini tidak sesuai dengan kebenaran-Mu, jangan izinkan aku melangkah.”
Iman yang dewasa bukan hanya bertanya:
“Apakah ini menguntungkan?”
tetapi:
“Apakah ini benar menurut firman Tuhan?”
Berjalan dengan Tuhan berarti berjalan dalam kebenaran-Nya.

APLIKASI

1. Tanya Tuhan Dulu Sebelum Jalan

Dalam hidup sehari-hari, kita sering langsung melangkah tanpa bertanya apakah langkah itu sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Kita biasanya bertanya:
“Apakah ini enak?”
“Apakah ini menguntungkan?”
“Apakah ini membuatku senang?”

Tetapi Musa mengajarkan kita untuk bertanya lebih dalam:
Sebelum mengambil keputusan, biasakan berdoa singkat:
“Tuhan, apakah ini sesuai dengan firman-Mu?”
dan "Apakah jalanku sesuai dengan kehendakMu?"

Saat mau berbicara, bertanya:
“Apakah perkataanku membangun atau justru melukai?”

Saat mau memilih jalan hidup (sekolah, kerja, pasangan, pelayanan), bertanya:
“Apakah ini benar di hadapan Tuhan?”
Langkah kecil tapi konsisten spti:
    membaca firman Tuhan setiap hari
    berdoa sebelum mengambil keputusan
    mau dinasihati
ini adalah cara kita untuk lebih peka terhadap tuntunan Tuhan, apa yang di mau Tuhan dlm hidup kita.
Karena iman yang dewasa bukan hidup menurut perasaan, tetapi hidup menurut kebenaran Tuhan.

2. Kalau Salah Arah, Putar Balik
Bangsa Israel sudah berjalan jauh keluar dari Mesir, tetapi karena mereka berdosa, arah perjalanan mereka menjadi salah di hadapan Tuhan.
Musa mengajarkan bahwa lebih baik berhenti daripada terus berjalan tanpa Tuhan.

yang bisa kita lakukan:
*Kalau kita sadar cara hidup kita salah (bohong, dendam, hubungan tidak sehat),
jangan diteruskan, tetapi segera bertobat dan kembali ke firman Tuhan
*Kalau kita sadar keputusan kita menjauhkan kita dari Tuhan,
jangan dipertahankan hanya karena sudah terlanjur.
*Kalau kita sadar motivasi kita salah (ingin dipuji, ingin untung sendiri),
minta Tuhan mengoreksi hati kita

Memutar balik bukan tanda lemah, tetapi tanda bahwa kita mau dipimpin Tuhan.

PENUTUP
Melalui doa Musa, kita belajar bahwa:
lebih baik tidak melangkah daripada melangkah tanpa Tuhan.

Bangsa Israel masih punya tujuan dan janji, tetapi tanpa hadirat Tuhan, semua itu kehilangan arti.
Demikian juga hidup kita.
Kita bisa punya banyak rencana dan aktivitas, tetapi kalau langkah kita tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan, kita sedang berjalan tanpa hadirat-Nya.
Karena itu, marilah kita belajar seperti Musa:
bukan memaksa Tuhan mengikuti rencana kita, tetapi menyesuaikan langkah kita dengan kehendak Tuhan.
Kiranya setiap langkah hidup kita bukan hanya maju, tetapi maju bersama Tuhan, dan berjalan dalam kebenaran-Nya.
amin