MEMBERI DENGAN BENAR
JUMAT, 27 Februari 2026 // PUKUL 07.00 WIB
Bacaan Ayat Hari Ini
Imamat 1:1-3:17; Markus 9:33 - 10:12; Mazmur 27 :1-6
RENUNGAN
Memberi dengan benar
PENDAHULUAN
Semua orang bisa memberi, tetapi tidak semua memberi dengan benar.Ada yang memberi:
• karena tekanan
• karena gengsi
• karena ikut-ikutan
• atau asal memberi
Namun Imamat 1 menunjukkan bahwa Tuhan sangat memperhatikan cara memberi. karena ternyata dalam memberipun butuh yang namanya kebenaran Persembahan yang sama bisa memiliki nilai rohani yang sangat berbeda — tergantung hati dan caranya
Imamat 1:1-9 (TB)
TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia. Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan.Kemudian haruslah ia menguliti korban bakaran itu dan memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu. Anak-anak imam Harun haruslah menaruh api di atas mezbah dan menyusun kayu di atas api itu. Dan mereka harus mengatur potongan-potongan korban itu dan kepala serta lemaknya di atas kayu yang sedang menyala di atas mezbah.Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
Latar belakang
LATAR BELAKANG IMAMAT 1
• Ditulis saat Israel baru keluar dari Mesir
• Tuhan sedang membentuk umat yang kudus
• Korban bakaran adalah persembahan yang dibakar habis sebagai tanda penyerahan total
• Tuhan memberi pilihan hewan (lembu, kambing/domba, burung) → artinya semua orang bisa memberi sesuai kemampuan
PEMBAHASANDalam kita memberi persembahanpun ternyata harus benar dan sesuai dengan kebenaran
Bagaiamana cara memberi dengan benar?
1. Memberi dengan sukarela
Tuhan tidak senang dengan persembahan yang:
• dipaksa
• bersungut-sungut
• atau sekadar formalitas
Memberi yang benar selalu dimulai dari hati yang rela.
Sukarela = memberi karena mengasihi Tuhan, bukan karena tekanan.
memberi dengan relaJanda miskin (Markus 12:41–44) memberi dengan tulus — Tuhan memuji hatinya.
contoh memberi yang salah*
Memberi sambil mengeluh
• Memberi karena malu kalau tidak memberi
• Memberi tetapi hati
Jika memberi dengan ketidak relaan:*
Memberi jadi beban
• Tidak ada sukacita Dampak dari memberi dengan rela*
Hati penuh sukacita
• Persembahan berkenan
• Iman bertumbuh sehat
aplikasi
Berdoa sebelum memberi Periksa hati Latih memberi dengan sukacita
Bagaimana cara memberi dengan benar?
2. Memberi sesuai dengan kemampuanImamat 1:3–17
(Tuhan menyediakan pilihan: lembu, kambing/domba, burung)
Tuhan tidak menuntut semua orang memberi hal yang sama.
Orang kaya → bisa bawa lembuOrang sederhana → bisa bawa kambingOrang miskin → bisa bawa burung
Tuhan melihat kesungguhan, bukan ukuran
Memberi yang benar = memberi secara jujur sesuai kemampuan, bukan memaksakan diri atau pura-pura.
Memberi sesuai dengan kemampuanJJemaat Makedonia (2 Korintus 8:2–3) memberi menurut kemampuan mereka
contoh Kehidupan SekarangMemberikan persembahan dengan kemampuan yang ada, bukan dengan gengsi.Tidak memaksakan nominal tertentu yang dapat membuat terbebani
karena jika memberi bukan berdasarkan kemampuan maka akibatnya:
• Bisa jatuh dalam tekanan finansial
• Bisa muncul kemunafikan rohani
• Bisa timbul persaingan tidak sehat
Sebaliknya, jika memberi berdasarkan kemampuan:*
Memberi dengan damai
• Hidup seimbang
• Hati tetap tulus
aplikasiBeri dengan jujur sesuai kemampuan Jangan membandingkan dengan orang lain Jangan menahan saat Tuhan sudah mampukan
Bagaimana cara memberi dengan benar?
3. Memberi yang terbaikImamat 1:3 — “…jantan yang tidak bercela…” Walaupun memberi sesuai kemampuan, namun kualitasnya perlu tetap dijaga: tidak bercela.Artinya:
• bukan yang rusak
• bukan yang sisa
• bukan yang asal
Tuhan menerima sesuai kemampuan, tetapi tetap menuntut kualitas hati.
Memberi yang benar = memberi yang terbaik dan dengan cara yang baik
contohmemberi waktujangan sampai kita memberikan waktu kita untuk Tuhan hanya berdasarkan "sisa waktu" kita saja, melainkan berikanlah waktu yang terbaik untuk Tuhan (beribadah, melayani, dan lainnya)memeberi tenaga
jangan sampai kita memberi tenaga sisa untuk Tuhan
ingat!Tuhan layak menerima yang terbaik dari hidup kita.
aplikasi
Prioritaskan Tuhanprioritas yang terbaik lebih dulu untuk TuhanBeri dengan penuh hormat
Memberi dengan benar
kesimpulanCara memberi yang benar menurut Imamat 1:
1. Memberi dengan sukarela
2. Memberi sesuai kemampuan
3. Memberi yang terbaik
Tuhan tidak mencari jumlah terbesar —Tuhan mencari persembahan yang terbaik dengan cara yang benar, serta sikap hati yang benar dalam memberi.