penantian berharga Ayat pokok: lukas 2:21-40 Akan dibaca: Lukas 2:25-34, 36-38 (TB) Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Penantian adalah proses menunggu sesuatu yang diharapkan.
I. Observasi Peristiwa yesus disunat pada usia delapan hari. Yusuf, maria dan bayi yesus datang ke Bait Allah untuk melakukan hukum Taurat yaitu penyunatan, penyerahan anak sulung dan prosesi pentahiran bagi Maria setelah melahirkan.
Persembahan korban yang dibawa oleh Yusuf dan Maria mengindikasikan bahwa mereka adalah keluarga sederhana yang tidak mampu membeli domba sehingga mengganti korban dengan sepasang burung merpati.
Di Bait Allah Yerusalemlah, Yusuf, Maria dan bayi Yesus bertemu dengan dua orang yang TELAH LAMA MENANTI apa yang dijanjikan Allah kepada mereka, yaitu Simeon dan Hana.
•Simeon Seorang pria tua yang saleh di Yerusalem. Ia mendapat janji dari Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias.
•hana Seorang nabi perempuan yang sudah sangat tua (84 tahun). Ia tinggal di Bait Allah, beribadah dengan berpuasa dan berdoa siang malam.
Mereka berdua sedang menantikan apa yang dijanjikan oleh Tuhan buat mereka, yaitu sedang MENANTIKAN MESIAS, sehingga penantian mereka adalah sesuatu yang BERHARGA
II. Interpretasi Ada hal yang penting dari simeon dan hana, yang dimana mereka bukan hanya menunggu waktu berlalu tapi SEBUAH SIKAP HATI.
1. Penantian yang dipandu Roh-Kudus Simeon tidak sekadar menunggu dengan pasif. Ayat 25-27 menekankan bahwa Roh Kudus ada di atasnya, memberinya wahyu, dan membimbing langkahnya. Penantiannya berharga karena ia tidak berjalan sendirian; ia dipandu oleh Tuhan.
Pertanyaannya bagi kita: Apa yang kita nanti-nantikan hari-hari ini? Apakah kita menanti sesuatu hanya dengan kekuatan sendiri, atau kita melibatkan Roh Kudus dalam setiap penantian itu?
2. Penantian yang bertemu dengan kepastian Simeon tidak mati sebelum melihat Mesias. Janji Tuhan ditepati secara presisi. Penantian menjadi berharga bukan karena "hasilnya" sesuai keinginan kita, tapi karena objek yang kita tunggu adalah Tuhan sendiri.
Pertanyaannya bagi kita: Apa yang kita nanti-nantikan hari-hari ini: Apa yang kita nanti-nantikan hari-hari ini? Apakah kita menanti kesuksesan duniawi yang sementara, atau kita benar-benar merindukan kehadiran Kristus dalam hidup kita?
3. Penantian yang mengubah prioritas Hana menunjukkan bahwa menunggu bukan berarti malas. Ia berpuasa dan berdoa. Penantian yang berharga adalah penantian yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan semakin jauh.
Pertanyaannya bagi kita: Apa yang kita nanti-nantikan hari-hari ini? Apakah masa tunggu ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, atau semakin jauh dengan Tuhan?
III. Aplikasi Jadi kita belajar dari lukas 2:21-40 ini, dimana ada 3 cara agar masa penantian/tunggu kita TIDAK SIA-SIA: 1. Tetap setia pada rutinitas rohani Tetaplah beribadah, berdoa dan tetaplah melayani, meskipun doa kita masih dalam proses/belum dijawab
2. Jadikan penantian sebagai akses lebih dekat dengan Tuhan. Jika saat ini Anda sedang menunggu pekerjaan, atau menunggu kesembuhan dan dll, jadikan waktu tunggu itu sebagai waktu "puasa dan doa" agar kita lebih dekat dengan Tuhan. Ubah keluhan menjadi komunikasi dengan Tuhan.
3. Percaya pada waktunya Tuhan - waktu terbaik Kita belajar dari simeon dan han yang menunggu bertahun-tahun, mereka tetap percaya sampai mereka melihat janji Tuhan.
Tuhan tidak pernah terlambat. Dia selalu datang tepat pada saat kita siap untuk melihat keselamatan, kesembuhan, dan pengharapan kita kepada-Nya.
Penantian itu berharga jika kita melakukannya bersama Tuhan. Jangan biarkan hari-hari kita habis hanya untuk MENGELUH. Seperti Simeon dan Hana, kiranya di akhir penantian kita, kita bisa berkata dengan sukacita: >"Mataku telah melihat keselamatan dari Tuhan." >Mengucap syukur dan bersaksi tentang Yesus sumber keselamatan manusia.