Saudara-saudara, Lukas pasal 15 menunjukkan kepada kita hati Allah yang luar biasa. Allah bukan Allah yang pasif. Ia bukan hanya menunggu orang berdosa datang kepada-Nya. Tetapi Allah adalah Pribadi yang mencari.
Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang gembala yang kehilangan satu domba.
Yang menarik adalah : ➡️ Gembala itu tidak berkata, “Ya sudahlah, masih ada 99 ekor domba yang lain.” ➡️ Tetapi ia rela pergi mencari satu ekor domba yang hilang itu.
Dan inilah gambaran hati Tuhan… terhadap manusia… terhadap kita… dan terhadap jiwa-jiwa di luar sana.
1. Rela Meninggalkan Zona Nyaman Saudara-saudara, Alkitab berkata bahwa gembala itu meninggalkan yang 99 ekor domba dan pergi mencari yang satu ekor domba.
Secara logika, ini tidak masuk akal. Mengapa meninggalkan yang banyak demi yang satu?
Tetapi inilah kasih Tuhan: ➡️ Satu jiwa sangat berharga di mata-Nya.
Hari ini, panggilan untuk memberitakan Injil menuntut kerelaan (hati yang rela).
Kerelaan untuk: - Keluar dari kenyamanan - Mengalahkan rasa takut - Mengatasi rasa malu
Seringkali kita tahu bahwa kita harus bersaksi, tetapi kita berkata dalam hati: “Nanti saja…” “Takut ditolak…” “Tidak enak…”
Saudara, Injil tidak akan sampai kepada orang lain kalau kita tidak pernah melangkah.
Kerelaan berarti: ➡️ Mau pergi ➡️ Mau memulai ➡️ Mau peduli
2. Rela Berusaha Sampai Menemukan Firman Tuhan berkata: ➡️ “pergi mencari… sampai ia menemukannya”
Ini berbicara tentang ketekunan. Gembala itu tidak mencari sebentar lalu pulang.
Ia tidak berkata, “Sudah saya coba mencari, tidak ketemu, ya sudahlah.”
Ia mencari sampai menemukan.
Saudara-saudara, memberitakan Injil bukan pekerjaan instan.
Kadang: - Kita ditolak - Kita tidak didengar - Kita dianggap aneh
Tetapi kerelaan berarti: ➡️ Tetap mengasihi ➡️ Tetap mendoakan ➡️ Tetap menjadi terang
Karena seringkali Injil tidak langsung diterima, tetapi benih itu akan bertumbuh di waktu Tuhan.
3. Kerelaan Menghasilkan Sukacita Alkitab berkata: ➡️ Ketika domba itu ditemukan, gembala itu bersukacita.
Saudara-saudara, ini bukan sekadar cerita. Yesus sedang mengajarkan bahwa: ➡️ Ada sukacita di surga ketika satu orang bertobat.
Dan bukan hanya di surga, tetapi juga di hati orang yang dipakai Tuhan.
Mungkin hari ini kita berpikir: “Bersaksi itu berat…” Tetapi sebenarnya: ➡️ Bersaksi membawa sukacita yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.
Tidak ada yang lebih indah daripada melihat: - Orang yang jauh dari Tuhan menjadi dekat. - Hidup yang rusak dipulihkan - Jiwa yang hilang ditemukan kembali
Ilustrasi Saudara-saudara, bayangkan jika ada anggota keluarga kita yang hilang. Apakah kita akan diam? Pasti tidak.
Kita akan mencari ke mana saja. Mengapa? Karena kita mengasihi dia.
Demikian juga dengan jiwa-jiwa di luar sana. Mereka mungkin tidak tersesat secara fisik, tetapi mereka tersesat secara rohani.
Dan Tuhan berkata: ➡️ “Pergilah… carilah… bawalah mereka kembali.”
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan Yesus sudah lebih dulu menunjukkan kerelaan-Nya: - Ia meninggalkan kemuliaan-Nya - Ia datang ke dunia - Ia mencari kita yang hilang