Ayat: Bilangan 5:5–7 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, melakukan sesuatu dosa terhadap sesamanya manusia, dan oleh karena itu berubah setia terhadap TUHAN, sehingga orang itu menjadi bersalah, maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah.
LATAR BELAKANG Kitab Bilangan ditulis oleh Musa ketika bangsa Israel sedang berjalan di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Pada pasal 5 di jelaskan Tuhan sedang menata kehidupan umat-Nya supaya bangsa Israel hidup sebagai umat yang kudus dan benar di hadapan Tuhan. Tuhan tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama. Itulah sebabnya dalam Bilangan 5:5–7 dengan judul perikob peraturan mengenai penebusan salah disini menceritakan bahwa Tuhan mengatur tentang manusia yang berbuat salah kepada sesamanya. Tuhan tidak hanya meminta mereka mengaku dosa kepada Tuhan, tetapi juga meminta mereka bertanggung jawab atas kesalahan yang telah mereka lakukan kepada sesamanya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan rindu memulihkan hubungan yang rusak. Baik hubungan dengan Tuhan maupun hubungan dengan sesama manusia. Karena dosa selalu merusak hubungan kita dengan Allah maupun dengan Sesama. Tetapi mengaku salah dan bertobat selalu membuka jalan bagi pemulihan.
INTERPRETASI 1. Dosa kepada Sesamanya Firman Tuhan berkata: Bilangan 5:6 (VMD) “Beritahukan kepada orang Israel: Mungkin orang berbuat kesalahan terhadap yang lain. Bila ia melakukan itu, ia sungguh-sungguh berdosa terhadap Allah. Jadi, ia berdosa dengan melakukan yang salah. Ayat ini menunjukkan satu kebenaran penting yaitu Ketika seseorang berbuat salah kepada sesamanya, sebenarnya ia juga berbuat berdosa terhadap Tuhan. Dan sering kali manusia berpikir bahwa selama tidak melukai Tuhan secara langsung, maka itu bukanlah sebuah dosa. artinya banyak orang yang berpikir jika melukai sesamanya itu bukanlah sebuah dosa. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa setiap melakukan kesalahan terhadap sesamanya juga menyakiti hati Tuhan. Mengapa demikian? Karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kejadian 1:27 (TB) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Artinya ketika seseorang menyakiti orang lain, ia sebenarnya sedang merusak ciptaan Tuhan yang berharga di mataNya. Itulah sebabnya Yesus juga mengajarkan hal yang sama. Matius 22:37-39 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Yesus menunjukkan bahwa kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama tidak bisa dipisahkan. Orang yang mengasihi Tuhan juga harus belajar memperlakukan sesama dengan benar. Karena itu ketika kita menyakiti orang lain melalui perkataan, sikap, atau perbuatan, sebenarnya kita juga sedang melukai hati Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan memanggil kita untuk menyadari kesalahan kita, merendahkan hati, dan datang kepada-Nya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. 2. Tanggung Jawab Firman Tuhan berkata: Bilangan 5:7 (TB) maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah. Ayat ini menunjukkan bahwa pertobatan bukan hanya sekadar soal kata-kata, tetapi pertobatan yang sejati harus terlihat melalui tindakan. Tuhan meminta orang yang melakukan kesalahan untuk melakukan dua hal: Pertama, mengakui kesalahan/dosa. Kedua, bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang adil. Tuhan tidak hanya melihat seseorang mengakui kesalahan atau dosa mereka, tetapi Tuhan melihat hati mereka apakah bersedia untuk memperbaiki kesalahan yang telah mereka perbuat. Sering kali manusia mudah berkata “maaf” atas kesalahan yang mereka lakukan, tetapi tidak selalu mau bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat. tadi di awal sudah saya jelaskan pertobatan yang sejati tidak cukup jika dengan kata2 saja, tetapi juga terlihat melalui perubahan sikap dan tindakan dalam hidup seseorang. sebagai contoh: Jika kita pernah merugikan orang lain, kita belajar untuk mengganti kerugian itu sebisa mungkin. Jika kita pernah menyakiti orang lain, kita belajar untuk datang dengan kerendahan hati dan memperbaiki hubungan yang rusak. Alkitab memberikan contoh yang sangat jelas melalui tokoh Zakheus. Lukas 19:8 (TB) Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang sering mengambil keuntungan dari orang lain. Tetapi ketika ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, hidupnya diubahkan. Zakheus tidak hanya mengakui kesalahannya dan bertobat, tetapi ia juga mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kesalahan yang telah ia lakukan. Ia bahkan berkata bahwa jika ia pernah mengambil sesuatu dari orang lain secara tidak benar, ia akan mengembalikannya empat kali lipat. Ini menunjukkan bahwa pertobatan yang sejati selalu menghasilkan perubahan hidup.
APLIKASI 1. Belajar Rendah Hati Mengakui Kesalahan Bapak ibu saudara yang dikasihi Tuhan, Salah satu hal yang paling sulit bagi manusia adalah mengakui kesalahan. Sering kali ketika melakukan kesalahan, manusia cenderung menyalahkan orang lain, mencari alasan, atau mencoba menutupi kesalahan yang di perbuat. Padahal Tuhan mengajar kita untuk mengakui dosa kita 1 Yohanes 1:9 (TB) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Orang yang mau mengakui kesalahan atau dosanya, ia sedang membuka pntu pemulihan dalam hidupnya. Tetapi orang yang terus mempertahankan kesalahannya akan semakin menjauh dari pemulihan Tuhan. Karena itu setiap kita orang percaya perlu belajar berkata jujur dihadapan Tuhan Ketika jatuh dalam dosa jangan tambah lari menjauh dari Tuhan, tetapi semakin datang kepada Tuhan, dan dengan kerendahan hati mengakui kesalahan, bertobat, dan memperbaiki kelakuan. Karena Tuhan selalu memberi kesempatan bagi orang yang mau kembali kepadaNya, dan Ia akan mengampuni dan memulihkan kehidupan kita. 2. Belajar Memulihkan Hubungan yang Rusak Bapak ibu saudara, Sering kali ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain, dan hubungan kita dengan orang tersebut menjadi rusak. • Mungkin dari perkataan kita yang menyakiti hati mereka. • Mungkin dari sikap kita yang tidak baik. • Atau mungkin dari tindakan kita yang merugikan orang lain. Hal-hal seperti ini sering kali membuat hubungan menjadi renggang, bahkan ada orang yang akhirnya menjauh karena merasa terluka. Hari ini kita belajar bahwa pertobatan bukan hanya meminta maaf kepada Tuhan saja, tetapi juga berani datang kepada orang yang telah kita sakiti dan memperbaiki hubungan yang rusak karena kesalahan kita. Firman Tuhan berkata dalam Roma 12:18 (TB): “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan rindu setiap kita sebagai umat-Nya hidup dalam damai dengan orang lain. Tuhan tidak ingin umat-Nya hidup dalam permusuhan, kepahitan, atau dalam hubungan yang terus rusak. Karena itu Rasul Paulus berkata “sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu.” Artinya adalah jika kita bisa memulai perdamaian itu, maka kita sebagai orang percaya dipanggil untuk memiliki hati yang mau mengambil langkah terlebih dahulu. Artinya kita memiliki kerendahan hati untuk meminta maaf. Kita memiliki keberanian untuk memperbaiki hubungan yang rusak. Dan kita tidak menunggu orang lain datang lebih dulu, untuk memperbaiki hubungan, tetapi kita mau mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan yang rusak.
PENUTUP Bapak ibu saudara yang dikasihi Tuhan, Hari ini kita belajar satu kebenaran penting. Dosa selalu merusak hubungan, tetapi pertobatan selalu membuka jalan pemulihan. Tuhan tidak menginginkan umat-Nya hidup dalam kesalahan yang terus disimpan. Tetapi Tuhan rindu umat-Nya hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan pertobatan yang sejati. Karena itu mari kita belajar untuk: • mengakui kesalahan dengan rendah hati, • memperbaiki hubungan yang rusak, AMIN