DAILY BREAD

PERBEDAAN

Senin, 16 Maret 2025 // Pukul 21.00 WIB

BACAAN ALKITAB HARI INI

Bilangan 4:1-5:10; Lukas 1:57-80; Mazmur 34:11-22

RENUNGAN

“PERBEDAAN”
Ayat    :  LUKAS 1 : 66

    Puji Tuhan! Kita bersyukur karena kita dapat kembali menikmati kebenaran firman Tuhan hari ini.
Mari kita terima pesan dan berkat Tuhan melalui Renungan 79 ini.

OBSERVASI
    Pasal ini menceritakan tentang kelahiran dari Yohanes Pembaptis.
    Yang terlibat dalam peristiwa ini ada:
ᴥ    Zakharia
ᴥ    Elisabet
ᴥ    Tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya
Dalam peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis ini, ada suatu kejadian yang unik yaitu dalam pemilihan dan pemberian nama bagi Yohanes Pembaptis ini.

Awalnya Yohanes Pembaptis hendak diberi nama Zakharia seperti nama ayahnya oleh tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya karena pada saat itu hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan yang datang kemudian di kalangan orang-orang Yahudi,
Dengan melakukan hal ini mereka bermaksud untuk menghormati sang ayah yang besar kemungkinan tidak akan memiliki anak lagi.

Namun Elisabet, sang ibu kemudian menentang pendapat dari tetangga dan sanak saudaranya itu, lalu menghendaki supaya anaknya dinamai Yohanes.
Elisabet menyadari bahwa Allahlah menetapkan nama ini.
Ayahnya yaitu Zakharia yang masih dalam keadaan bisu pun  kemudian menuliskan pada batu tulis bahwa nama anaknya adalah Yohanes, seperti pesan yang dia telah terima dari malaikat Tuhan.

Ketika nama Yohanes itu diberikan, maka saat itu juga Zakharia bisa berbicara kembali, sudah tidak bisu lagi.
    Di situlah kemudian semua tetangga dan sanak saudara yang sedang berkumpul menjadi heran dan ketakutan.
Lalu peristiwa ini menjadi perbincangan di seluruh pegunungan Yudea.

INTERPRETASI
Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini?
Satu kata, yaitu “PERBEDAAN”.

Dalam proses pemberian nama kepada bayi Yohanes, di tengah-tengah keheranan dan ketakutan, ada satu pertanyaan yang direnungkan oleh tetangga dan sanak saudara Elisabet dan Zakharia ini, yaitu:
"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Pertanyaan ini muncul karena tetangga dan sanak saudara itu melihat bagaimana Tuhan menyertai bayi Yohanes Pembaptis sejak awal mula kehamilan Elisabet yang sudah lanjut usia, kemudian Zakharia yang tiba-tiba menjadi bisu namun setelah Yohanes lahir langsung pulih dan bisa berbicara kembali.

Dalam Alkitab TSI, Lukas 1:66 dituliskan demikian:
“Semua orang yang mendengar tentang peristiwa itu bertanya-tanya dalam hati, “Apakah anak ini akan menjadi orang penting?” Mereka berpikir begitu karena tampak bahwa kuasa TUHAN menyertai dia.”

Dari terjemahan ayat ini kita kemudian dapat mengetahui bahwa ternyata pada pandangan manusia, orang yang disertai oleh kuasa Tuhan itu akan terlihat memiliki perbedaan dari orang lain.
Tentunya perbedaannya adalah perbedaan dalam hal yang baik atau positif.

Misalnya saja Yohanes Pembaptis dalam perikop ini.
Pada saat itu dia baru saja dilahirkan, tetapi tetangga dan sanak saudaranya yang melihat bayi Yohanes itu bisa begitu heran dan bertanya-tanya, apakah Yohanes kelak akan menjadi:
~    orang penting,
~    dalam Alkitab terjemahan lain menuliskan orang yang berkuasa,
~    orang yang derajatnya/pangkatnya/posisinya tinggi, dsb.
Dan sekali lagi, mereka berpikir begitu karena tampak bahwa kuasa Tuhan menyertai dia.

Maleakhi 3:18 BIS >> “Umat-Ku akan melihat lagi perbedaan antara nasib orang baik dan orang jahat, antara orang yang berbakti kepada-Ku dan yang tidak."

Memang bukan berarti orang yang mengiring Tuhan Yesus hidupnya akan selalu baik dan tenang, tetap akan ada tantangan yang bisa saja terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
    Tetapi kemudian tetap ada perbedaan antara orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan yang tidak, karena ada kuasa Tuhan itu sendiri yang menyertai orang yang percaya.

Perbedaannya adalah [optional, bisa dibacakan beberapa saja]:
-    orang percaya mengalami pertolongan dan berkat Tuhan
-    orang percaya hidupnya menjadi berkat dan teladan yang baik
-    orang percaya hidupnya tangguh dalam menghadapi apa pun
-    orang percaya memiliki karakter Kristus dalam hidupnya, dsb…

Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang disertai kuasa Tuhan tentu saja hidupnya akan berbeda, yaitu hidupnya penuh dengan anugerah, keajaiban, serta tindak langku yang benar.
Inilah yang kemudian akan membuat orang lain heran, berpikir bahkan terkagum ketika mereka melihat dan mengenal orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Ini pun bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan Yesus kepada banyak orang, dan tidak ada yang mustahil dari kehidupan kita yang disertai kuasa Tuhan, itu akan menarik orang lain untuk juga percaya kepada Tuhan Yesus.

APLIKASI
Apa yang harus kita lakukan supaya hidup kita disertai kuasa Tuhan?

Kita belajar dari kehidupan keluarga Zakharian dan Elisabet ini, yaitu:
    Menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan (ayat 6)

    Melayani Tuhan (ayat 8)