Puji Tuhan! Kita bersyukur karena kita dapat menikmati firman Tuhan kembali dalam Renungan 79. Mari kita terima setiap pesan dan berkat Tuhan bersama.
OBSERVASI Kita akan membahas mulai ayat 20-26, dengan judul perikop: Pohon ara yang sudah kering Nasihat Yesus tentang doa.
⇨ Dalam perikop ini kita dapat menemukan ada beberapa tokoh di dalamnya, yaitu: ⁙ Tuhan Yesus ⁙ Petrus dan murid-murid Tuhan Yesus yang lain
⇨ Peristiwa yang terjadi dalam perikop ini adalah: Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya melihat pohon ara yang dikutuk Yesus sehari sebelumnya telah kering sampai ke akar-akarnya.
Petruslah yang ingat akan peristiwa dimana Tuhan Yesus mengutuk pohon ara itu, lalu Petrus memberitahukannya kepada Tuhan Yesus. Disitulah Tuhan Yesus meresponi pemberitahuan dari Petrus, dengan menyampaikan pengajaran serta nasihat-Nya bagi Petrus dan murid-murid yang lain.
INTERPRETASI Apa yang dapat kita pelajari dari perikop ini?
Dalam pengajaran dan nasihat-Nya kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus menjelaskan satu hal yang sangat-sangat penting dan berguna baik semua orang yang percaya kepada-Nya, tidak hanya bagi murid-murid pada waktu itu saja. Apakah itu? Yaitu tentang DOA. Khususnya DOA YANG DIJAWAB. Oleh siapa? Tentunya oleh TUHAN.
Kita tahu bersama, ada yang menyebutkan bahwa doa adalah nafas hidup orang percaya. Berarti tanpa doa, kita bisa binasa. Oleh sebab itu sebuah kewajiban pasti bagi kita untuk selalu berdoa baik itu secara pribadi atau bersama orang lain. 1 Tesalonika 5:17 >> “Tetaplah berdoa.”
Berdoa juga dilakukan di setiap aktivitas dan kegiatan kita: ◘ Belajar atau sekolah ◘ Bekerja ◘ Bepergian ◘ Sebelum makan ◘ Sebelum beristirahat tidur dan bangun tidur, dsb
Dan ini yang paling penting serta sangat dibutuhkan oleh setiap orang percaya yaitu doa adalah sarana untuk kita meminta dan menerima segala hal yang terbaik dari Tuhan.
Kita semua pasti sudah pernah dan bahkan sangat sering melakukannya yaitu berdoa untuk memohon sesuatu kepada Tuhan. Kenapa kita melakukannya? Karena kita tahu dan sadar bahwa Tuhan pasti menjawab dan hanya Tuhan yang sanggup mengabulkan permohonan serta memberikan yang terbaik bagi kita dari apa yang sudah kita doakan kepada Dia.
1 Yohanes 5:14 >> “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Tentunya kita tidak bisa dan tidak boleh berdoa dengan sembarangan atau asal-asalan.
Di sinilah Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita bagaimana supaya doa kita berkenan di hadapan Tuhan, diterima serta dijawab oleh Tuhan:
Harus disertai dengan kepercayaan penuh Ayat 24 Kepercayaan penuh yang dimaksud di ayat ini adalah bagaimana ketika kita berdoa dan meminta kepada Tuhan, kita sudah yakin bahwa kita sudah menerima jawaban doa dari Tuhan.
Di sinilah letak ‘tantangannya’ bagi kita umat Tuhan untuk berdoa dengan kepercayaan penuh: ~ kita belum melihat atau merasakan sesuatu, ~ ada perasaan ragu, bimbang, cemas: jangan-jangan doanya tidak dijawab Tuhan, atau Tuhan jawabnya lama, ~ ada kejenuhan, tidak tekun berdoa
Oleh sebab itu Tuhan Yesus memberitahukan bahwa kalau kita memohon sesuatu, meminta dan mendoakan sesuatu kepada Tuhan harus dengan kepercayaan penuh bahwa kita pasti dan sudah menerima jawaban doa yang paling tepat dari Tuhan. Jangan ada keraguan, kebimbangan, kecemasan, kejenuhan apalagi sampai berhenti berdoa dan meminta kepada Tuhan.
Maka pasti kita akan menerima jawaban doa dan kita akan merasakan kuasa doa yang menghasilkan mujizat dahsyat bagi kehidupan kita.
Karena Tuhan Yesus pun sudah pernah mengatakan bahwa: Matius 9:29 VMD >> “Lalu Yesus menyentuh mata mereka dan berkata, ‘Karena kamu percaya Aku dapat melakukannya, maka terjadilah itu padamu.’”
Harus disertai dengan pengampunan Ayat 25
Jadi, kita wajib, harus mengampuni orang lain terlebih dahulu sebelum kita berdoa, dan kalau ingin doanya dijawab oleh Tuhan. Mengapa? Ayat 26: Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Jika kita tidak mengampuni orang lain, maka kita bersalah, berdosa dan hidup kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan karena Tuhan pun tidak akan mengampuni dosa kita itu. Dan akibatnya setiap doa kita tidak diterima dan tidak dijawab oleh Tuhan.
Tidak hanya permohonan atau permintaan kita saja yang harus sesuai kehendak Tuhan tapi yang utama adalah hidup kita yang harus sesuai dengan kehendak Tuhan terlebih dulu supaya yang kita doakan pun adalah sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan.
APLIKASI Lukas 18:1 >> “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”
Yang harus kita lakukan saat ini adalah: teruslah berdoa dengan: - penuh kepercayaan bahwa doa kita dijawab Tuhan - dan dengan pengampunan terlebih dahulu terhadap orang lain