DAILY BREAD

JANGAN LUPA MELANGKAH

Senin, 20 April 2026 // Pukul 07.00 WIB

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ulangan 31:30-32:52; Lukas 19:45-20:26; Mazmur 48:9-14


RENUNGAN

Jangan Lupa Melangkah
Ayat:
Ulangan 32:7 (TB)  Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.
LATAR BELAKANG
Ulangan pasal 32 ini adalah bagian akhir dari kehidupan Musa.
Di sini Musa menyampaikan sebuah nyanyian, tetapi sebenarnya ini bukan sekadar lagu biasa, melainkan pesan terakhir yang sangat penting bagi bangsa Israel.
Bangsa Israel sedang berada di momen yang sangat menentukan. Mereka sudah hampir masuk ke Tanah Perjanjian.
Perjalanan mereka bukan perjalanan yang mudah:
✓ Mereka pernah menjadi budak di Mesi✓ Mereka berjalan 40 tahun di padang gurun✓ Mereka mengalami banyak kesulitan,tetapi mereka juga merasakan banyak mujizat yang Tuhan kerjakan:• membelah laut Teberau• memberi manna setiap hari• memberikan air dari batu• melindungi dan menyertai mereka dengan tiang awan dan tiang api• dan banyak mujizat-mujizat lainnyaArtinya, apa bangsa ini bukan bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Mereka sudah melihat sendiri kebaikan dan kuasa Tuhan.
Tetapi Musa tahu satu hal yaitu manusia itu sangat mudah lupa
Dan ketika seseorang mulai lupa:
• ia mulai menjauh• ia mulai ragu• ia mulai tidak taatItulah sebabnya Musa berkata “Ingatlah zaman dahulu kala”
Bangsa Israel diminta untuk:
• mengingat• memperhatikan• bahkan bertanya kepada generasi sebelumnyaSupaya mereka sadar Tuhan yang menolong di masa lalu adalah Tuhan yang sama yang akan memimpin mereka ke depan
Karena Musa tahu Kalau mereka lupa, mereka akan berhenti melangkah
Tapi kalau mereka ingat, mereka akan tetap berjalan bersama Tuhan
INTERPRETASI
1. Jangan lupa, supaya tidak berhenti melangkah
bapak ibu kalau kita melihat dari ayat ini kata pertama yang ditekankan Musa adalah “Ingatlah”
Ini sederhana, tapi sangat dalam.
Masalah terbesar manusia sering kali bukan karena tidak tahu, tetapi karena lupa.
Bangsa Israel tahu Tuhan itu baik, mereka sudah melihat begitu banyak mujizat.
Tetapi tetap saja mereka takut ketika menghadapi tantangan, mereka bersungut-sungut ketika keadaan sulit, bajkan mereka ragu terhadap Tuhan
Kenapa?
Karena mereka lupa.
Ketika seseorang lupa kebaikan Tuhan:
▪ hatinya menjadi lemah▪ pikirannya dipenuhi ketakutan▪ langkahnya menjadi berat▪ memilih untuk menyerah▪ dan akhirnya ia berhenti melangkahHal ini juga sering terjadi dalam hidup kita.
Kita pernah sudah merasakan pertolongan Tuhan, di kuatakan Tuhan, dipulihkan keadaan kita, tetapi saat menghadapi masalah baru, apa yang kita lakukan? kita menjadi takut, kita menjadi ragu.
Kenapa?
Karena kita lupa.
Mazmur 103:2 (TB)  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
mazmur ini mengingatkan kita bahwa mengingat kebaikan Tuhan itu penting.
Kalau kita mulai lupa, kita akan mudah dikuasai oleh ketakutan dan akhirnya berhenti melangkah.
2. Mengingat Tuhan membuat kita rela melangkah
bapak ibu musa melanjutkan nyanyiannya dengan kata-kata “perhatikanlah… tanyakanlah…”
Artinya ada tindakan aktif:
• melihat• merenungkan• mencari tahuIni menunjukkan bahwa iman tidak pasif
Iman harus dijaga dengan kesadaran
Ketika seseorang sungguh-sungguh mengingat karya Tuhan, akan muncul satu sikap yaitu kesiapan untuk melangkah.
Itulah yang dimaksud dengan kasut kerelaan.
Kasut dipakai untuk berjalan
Artinya orang percaya tidak dipanggil untuk diam, tetapi untuk bergerak bersama Tuhan
Yesaya 52:7 (TB)  Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
Ini berbicara tentang orang-orang yang mau melangkah, bukan hanya diam.
Masalahnya banyak orang percaya tahu Tuhan baik, tetapi tidak mau melangkah karena takut, ragu, merasa tidak mampu.
Padahal yang Tuhan cari bukan orang yang sempurna, tetapi orang yang rela
Kerelaan itu yang membuat seseorang mau melayani, mau bersaksi, dan mau tetap setia disegala keadaan.
APLIKASI
1. Belajar mengingat kebaikan Tuhan setiap hari
Bapak ibu, ini adalah hal yang sederhana tapi sangat penting.
Coba kita jujur melihat di dalam hidup kita:
berapa sering kita mengingat kebaikan Tuhan?
atau justru lebih sering mengingat masalah kita?
Padahal kalau kita mau melihat ke belakang bagaimana pertolongan Tuhan, kebaikan Tuhan, kekuatan yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
Semua itu bukti bahwa Tuhan setia.
Karena itu kita perlu melatih diri mengingat kebaikan Tuhan setiap hari
Bisa lewat doa, membaca firman, atau sekadar merenungkan perjalanan hidup kita
Semakin kita mengingat:
• hati kita akan semakin dikuatkan• iman kita akan semakin bertumbuh• dan kita tidak mudah berhenti melangkah2. Melangkah menjadi saksi menceritakan kebaikan Tuhan
Bapak ibu, Tuhan tidak hanya mau kita mengingat, tetapi Tuhan juga mau kita menceritakan.
Seperti yang dikatakan di Ulangan 32:7 tidak hanya berkata “ingat”, tetapi juga berkata “tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu,"
Artinya apa yang kita alami bersama Tuhan, harus kita dibagikan
Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Saksi itu sederhana menceritakan apa yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita, tidak harus khotbah panjang, tidak harus sesorang yang punya jabatan atau pengaruh.
Tetapi kita bisa mulai dengan cerita kepada teman, menguatkan orang disekitar kita, membagikan pengalaman kita bersama Tuhan didalam komunitas kita.
Jangan simpan sendiri kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Saat kita mau melangkah dan menceritakan kebaikan Tuhan, kita sedang memakai kasut kerelaan.
Tidak perlu tunggu hebat, tunggu sempurna, yang penting kita mau dan rela.
Tuhan akan pakai hidup kita untuk menjangkau dan menjadi berkat bagi banyak orang.
AMIN Tuhan Memberkati