kenyataan yang tidak bisa mereka hindari yaitu tanah itu sudah di tempati oleh bangsa-bangsa lain seperti Kanaan,
Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang gembala yang kehilangan satu domba.
Kehilangan satu hewan ternak (domba,lembu,keledai) bisa mengalami kerugian besar
pemungut cukai, bukan sebagai orang berdosa yang harus dijauhi, tetapi sebagai jiwa yang harus diselamatkan.
Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan Tuhan!
Orang-orang Farisi sangat menjunjung tinggi hukum Sabat. Namun mereka kehilangan hal yang sangat penting dari hukum itu sendiri
mencoba menggunakan kekuatan spiritual seperti "kutukan" karena merasa tidak mampu mengalahkan Israel secara fisik.
Menabur untuk Menuai: Menjadi murah hati berarti menabur benih kebaikan, mengampuni.
Karena bagi Balak, bangsa Israel lebih kuat dari pada bangsanya, sehingga Balak dan juga Moab merasa gentar untuk menghadapi bangsa Israel ini.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
dan ini terjadi ketika dipicu dengan tawara/"suap" yang datang kepada bileam dari balak
ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,